Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Olimpiade Madrasah Indonesia 2025 Digelar Serentak, Antusiasme Siswa Capai 202 Ribu Peserta

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 17:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Olimpiade Madrasah Indonesia 2025 Digelar Serentak, Antusiasme Siswa Capai 202 Ribu Peserta Doc: Antara Foto
Ket. Suasana penyelenggaraan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang digelar secara serentak di seluruh wilayah di Indonesia, Selasa (9/9/2025).

Sebanyak 202.117 orang siswa madrasah mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat kabupaten/kota yang diinisiasi Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama pada 9-12 September 2025.

"Pelaksanaan OMI mencapai 4.678 titik lokasi yang tersebar pada masing-masing kabupaten/kota," ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nyayu Khodijah di Jakarta, Selasa.

Ajang yang sebelumnya bernama Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ini sebenarnya diikuti 204.222 ribu siswa. Rinciannya siswa madrasah 194.610 dan sekolah umum di bawah Kemendikdasmen sebanyak 9.612 orang.

Dari 204.22 murid itu yang lulus verifikasi sebanyak 202.117 siswa dengan rincian 67.852 adalah tingkat MA/SMA, 68.206 tingkat MTs/SMP dan 66.059 tingkat MI/SD.

Nyanyu mengatakan OMI digelar setiap tahun untuk mengembangkan minat bakat siswa madrasah terhadap sains. Olimpiade ini digelar mulai dari tingkat madrasah, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional dengan menggunakan Computer Based Test (CBT) secara penuh.

Menurut dia, pelaksanaan OMI tingkat kabupaten/kota ini secara umum berjalan lancar, apalagi pada sesi pertama dan kedua partisipasi peserta Olimpiade mencapai 97 persen.

Guru Besar Psikologi Pendidikan ini menekankan untuk pelaksanaan OMI tingkat provinsi maupun nasional mendatang agar memperkuat koordinasi dan persiapan matang.

"Koordinasi dengan berbagai pihak untuk pelaksanaan OMI, tentunya harus dipersiapkan lebih matang dan dengan sebaik mungkin. Kami targetkan harus mendapat Kurasi dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresna)," kata Nyayu.

Kasubdit Kesiswaan KSKK Madrasah Solla Taufiq menjelaskan sebelum pelaksanaan OMI, dilaksanakan uji coba CBT di seluruh titik lokasi untuk memastikan kesiapan jaringan dan kemampuan server.

Hal tersebut dilakukan mengingat tingkat kepesertaan yang membludak dan diikuti oleh siswa dari berbagai wilayah secara serentak.

"Kami menyadari di awal ada beberapa kendala karena membludaknya peserta Olimpiade ketimbang tahun lalu. Namun sudah langsung diantisipasi dan dilakukan beberapa mitigasi dalam pelaksanaan OMI," kata dia.

Ada dua bidang yang dilombakan yakni sains dan riset. Menurut dia, bidang sains bersifat terbuka dan bisa diikuti oleh siswa nonmadrasah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.