Cianjur Siapkan Berbagai Strategi untuk Genjot PAD 2026
📅 Jumat, 02 Jan 2026, 17:30 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
CIANJUR - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 dengan mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah.
Kepala Bapenda Kabupaten Cianjur Cicih Permasih di Cianjur, Jumat (2/1), mengatakan berbagai langkah strategis dilakukan melalui berbagai inovasi, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, serta penguatan sinergi lintas sektor.
"Kami berharap dengan disusunnya langkah strategis di tahun 2026, dapat meningkatkan PAD dari berbagai sektor pajak yang belum maksimal dari sisi persentase realisasi penerimaan pajak daerah sepanjang 2025, yang relatif belum optimal," katanya.
Menurut dia, dari nilai akumulasi secara nominal terjadi peningkatan yang cukup signifikan, dimana pada akhir tahun 2025 pihaknya membukukan penerimaan pajak daerah sebesar Rp389 miliar, namun secara persentase tercapai sekitar 92 persen dari target sebesar Rp419 miliar.
Berbagai sektor pajak daerah berkontribusi positif terhadap realisasi penerimaan sepanjang 2025, bahkan sebagian besar melampaui target seperti penerimaan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang mencapai 151 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Diikuti pajak sarang burung walet sebesar 113 persen, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 101 persen, dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan realisasi sebesar 100 persen," katanya.
Sedangkan jenis pajak lainnya yang menunjukkan kinerja positif, namun belum sepenuhnya mencapai target seperti pajak air tanah sebesar 96 persen, pajak reklame sebesar 94 persen, dan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar 91 persen.
Kemudian sektor pajak yang realisasinya di bawah 90 persen seperti Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 84 persen dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 75 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami melakukan berbagai cara guna meningkatkan kualitas pelayanan pada wajib pajak tahun ini, sehingga target pajak di tahun depan dapat tercapai bahkan lebih seperti tahun 2024 realisasi penerimaan pajak daerah mencapai Rp291 miliar atau 104 persen dari target sebesar Rp278 miliar," katanya.
Di tahun depan, tambah dia, guna menggenjot PAD dari sektor pajak, pihaknya akan melanjutkan berbagai program relaksasi bagi wajib pajak termasuk program diskon BPHTB serta pengurangan PBB bagi wajib pajak orang pribadi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!