Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sempat Dikabarkan Sepi Turis, Menpar Sambangi Sejumlah Destinasi Wisata Bali

📅 Kamis, 01 Jan 2026, 22:52 WIB | Oleh:
Sempat Dikabarkan Sepi Turis, Menpar Sambangi Sejumlah Destinasi Wisata Bali Doc: ist
Ket. mengamati produk

GIANYAR -  Bali sempat dikabarkan sepi turis, tak seperti Yogya yang membludak wisatawan. Maka, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memantau langsung aktivitas wisatawan di Bali dalam rangka libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mulai dari destinasi wisata belanja seperti mal, wisata keluarga dan olahraga seperti pantai, hingga wisata sejarah puri.

Menpar di Gianyar, Kamis, mengatakan pantauan pertamanya dilakukan di Bandara I Gusti Ngurah Rai guna memastikan seluruh pelayanan berjalan baik. Di bandara ia justru memperoleh data positif bahwa sepanjang 2025 bandara di Bali Selatan itu telah mengangkut 7,05 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Pantauan dilanjutkan ke wisata belanja Icon Mal Bali yang terintegrasi dengan Pantai Sanur sebagai kawasan wisata keluarga dan olahraga. “Saya berkunjung juga ke Icon Mal dan Pantai Sanur yang masih tetap ramai. Di pusat ada program Bina Indonesia Great Sale, tadi kami melihat data selama 2 minggu terakhir telah mencapai angka yang melebihi transaksi penjualan satu bulan di bulan biasa,” kata Menpar Widiyanti.

“Jadi ini luar biasa karena banyaknya kunjungan di Bali, dan jumlah kunjungan di mal tadi mencapai 40 ribu orang per hari, menegaskan peran mal kini berkembang sebagai destinasi wisata dengan berbagai atraksi, pasar kerajinan tangan dan seni terintegrasi dengan Pantai Sanur yang ramai,” sambungnya.

Pantauan kunjungan wisatawan oleh rombongan Kementerian Pariwisata berlanjut ke kawasan wisata sejarah dan budaya yaitu Ubud, Gianyar, dimana Puri Agung Ubud yang berada di jantung Ubud berdampingan dengan Pasar Seni Ubud jadi lokasi tujuan.

“Kunjungan di Puri Agung Ubud luar biasa cantik, Ubud merepresentasikan harmoni antara keindahan alam, pedesaan asri, sawah terasering, hutan, dan air terjun dengan suasana tenang yang mendukung aktivitas healing, serta kekayaan seni dan budaya Bali yang kuat,” ujarnya.

Di kawasan wisata yang menawarkan sejarah, arsitektur kerajaan, dan kesenian itu Menpar menyempatkan berdiskusi dengan Gubernur Bali Wayan Koster dan elemen asosiasi pariwisata di Bali mengenai momen libur Nataru dan kondisi Bali setahun kemarin.

Persoalan yang menjadi tugas ke depan adalah peningkatan kualitas Bali, yang menurut Menpar, para pemangku kepentingan di Pulau Dewata memastikan ada sejumlah langkah penanganan, yang nanti sepenuhnya juga akan didukung Kementerian Pariwisata.

Terkait turunnya wisatawan domestik ke Bali dari kondisi 2024 sebanyak 10,1 juta menjadi 9,28 juta sepanjang 2025, menurut Widiyanti ini karena penyebaran wisatawan domestik sudah terdistribusi.

Ia mengingatkan bahwa wisatawan domestik penting, untuk itu di tahun 2026 ia mengajak pelaku usaha pariwisata terus berkarya dan mengabdi.

“Target nasional 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara akan tercapai tahun ini dan kami proyeksikan 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara, perlu saya tekankan wisatawan nusantara adalah kekuatan pariwisata Indonesia,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

25 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.