Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belajar Sejarah Makin Mahal, Masuk Museum Nasional Sekarang Harus Siap Budget Lebih?

6 Kamis, 01 Jan 2026, 19:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belajar Sejarah Makin Mahal, Masuk Museum Nasional Sekarang Harus Siap Budget Lebih? Belajar Sejarah Makin Mahal, Masuk Museum Nasional Sekarang Harus Siap Budget Lebih? Doc: ANTARA/ Chairul Rohman
Ket. Tampak depan Museum nasional Indonesia.

JAKARTA – Kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional (Munas) tampaknya perlu ditarik napas sejenak untuk dikaji ulang. Museum yang selama ini diposisikan sebagai ruang belajar publik justru berisiko berubah jadi destinasi “eksklusif” kalau harga tiketnya melompat terlalu jauh.

Alasannya sederhana tapi krusial: museum hidup dari kunjungan, bukan dari pagar harga yang tinggi. Ketika tiket naik, segmen pelajar, mahasiswa, dan keluarga—yang seharusnya jadi pengunjung utama—bisa jadi memilih mundur teratur. Edukasi pun kalah langkah sebelum sempat masuk ke ruang pamer.

Tentu pengelola punya alasan, entah untuk perawatan koleksi atau peningkatan layanan. Namun, kalau tujuannya mencerdaskan publik, logikanya jangan sampai akses justru dipersempit. Museum seharusnya memamerkan sejarah, bukan memajang harga yang bikin orang berpikir dua kali sebelum belajar.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Nasional Ansori Baharudin Syah menilai kenaikan harga tiket untuk masuk ke Museum Nasional (Munas) perlu dikaji ulang oleh pengelola.

“Kalau kenaikan harga tiket masuk ke Museum Nasional sampai dua kali lipat, sudah pasti mengherankan. Museum kan punya pendanaan dari APBN, kenapa harus dibebankan lagi biaya masuk yang mahal ke masyarakat dengan alasan peningkatan fasilitas,” kata Ansori dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (1/1).

Ansori menilai Museum Nasional berada langsung di bawah naungan pemerintah. Seharusnya, koordinasi yang terjalin dapat menciptakan sebuah standarisasi harga tiket terjangkau untuk masyarakat.

Jika memungkinkan, ia meminta pengelola untuk membatalkan harga tiket baru tersebut.

“Setiap keputusan diambil jangan sampai membuat minat edukasi publik menurun,” ujarnya.

Hal lain yang ia soroti yaitu mahalnya harga tiket masuk ke museum akan berdampak menurunnya minat masyarakat untuk kunjungan edukasi. Pengelola dinilai justru menciptakan kesan belajar membutuhkan biaya yang mahal.

Menurutnya dengan kenaikan harga tiket masuk ke Museum Nasional yang mahal padahal didanai APBN menunjukkan pula adanya niat penyalahgunaan kewenangan dari pengelola.

“Bila memang ingin menambah pelayanan Museum Nasional kan bisa dianggarkan dari APBN,” ucap Ansori.

Ansori menyebut museum sebagai Badan Layanan Umum (BLU) milik pemerintah tidak boleh menempuh kebijakan seperti perusahaan swasta yang ingin mencari keuntungan agar tetap dapat bertahan. Dalam hal ini, negara telah menyediakan pendanaan untuk menunjang layanan fasilitas museum.

“Oleh sebab itu keputusan kenaikan harga tiket masuk MNI perlu dengan alasan logis,” katanya.

Sebelumnya, Pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) telah resmi mengumumkan kenaikan harga tiket masuk kunjungan wisata mulai tanggal 1 Januari 2025.

Keputusan tersebut disebarkan oleh pengelola museum melalui sebuah unggahan di media sosial dengan akun @museumnasionalindonesia pada Senin (29/12/2025) dan akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2026. Tujuan dari kenaikan harga tiket dikarenakan pengelola Museum Nasional ingin meningkatkan layanan kunjungan kepada publik.

Dalam unggahan tersebut, harga tiket masuk yang baru naik dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Jika sebelumnya harga tiket masuk untuk pelajar PAUD sampai SMA dan mahasiswa gratis, per 1 Januari 2026 harus membayar Rp30 ribu per orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Ahli Hukum Pidana : Dakwaan Kasus Kuota Haji Janggal

44 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Ahli Hukum Pidana : Dakwaan...

Kereta yang Berangkat dari Gambir Ditambah Enam Menjadi 45

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kereta yang Berangkat dari ...
Olahraga
Cari Tim Kuat untuk FIFA Ma...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.