Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rata-rata Penduduk Jakarta Habiskan 10 Tahun Hidupnya dalam Kemacetan

📅 Senin, 09 Feb 2026, 21:07 WIB | Oleh:
Rata-rata Penduduk Jakarta Habiskan 10 Tahun Hidupnya dalam Kemacetan Doc: Istimewa
Ket. Hanya 22 persen populasinya yang memanfaatkan bus dan angkutan lainnya. Sisanya 78 persen bergantung pada kendaraan pribadi dengan perbandingan. Kendaraan dengan penduduk hingga 2:1

JAKARTA - Jakarta, sebuah kota metropolitan berpenduduk 10 juta jiwa, sedang mengalami sesak napas. Kota ini secara konsisten menempati peringkat sebagai salah satu kota terpadat di dunia. Ini bukan sekadar "kemacetan lalu lintas"; ini adalah kegagalan sistemik total dalam perencanaan kota.

Kajian dari akun YouTube Behind Asia menyebutkan, rata-rata penduduk Ibu Kkta Jakarta terpaksa menghabiskan 10 tahun dari umurnya dalam kemacetan lalu-lintas. 

Pada saat jam sibuk, perjalanan sepanjang 10 kilometer harus ditempuh dalam tiga jam. Setiap hari jutaan orang memenuhi jalanan Jakarta. 

Pada saat cuaca panas, keadaan lalu-lintas jakarta tidak sekedar buruk, tapi sangat buruk. Kota ini menempati urutan deretan kota termacet di dunia, di bawah Daewoo, Bandung, Hanoi, Ho Chi Min dan Manila. 

Bagi penduduk yang tinggal, menghabiskan waktu di jalan hingga 3-4 jam sangatlah tidak nyaman. 

Dibalik kemacetan yang parah ini ada kisah dibaliknya. Merupakan penumpukan dampak dari kebijakan yang salah selama puluhan tahun. 

Mimpi buruk kemaceran Jakarta tidak tercipta dalam semalam, merupakab pross panjang selama bertahun-tahun dari kebijakan publik, pertumbuhan kendaraan dan lonjakan penduduk. 

Ini mendorong pemerintah memindahkan ibu kotanya yang disebabkan oleh persilangan dari masalah kebijakan, persoalan infrastruktur dan fenomena urbanisasi. 

Pertama, Jakarta adalah salah satu kota terbesar di Indonesia dengan populasi 10,5 juta penduduk yang dikelikingi oleh kota-kota satelitnya Jabodetabek dengan jumlah penduduk hingga 30 juta orang. Membuat lalu lintas  Jakarta pada hari kerja dilalui oleh 20 juta orang. 

Selain itu, Jakarta memiliki masalah kekurangan sarana transportasi publik.  Hanya 22 persen populasinya yang memanfaatkan bus dan angkutan lainnya. Sisanya 78 persen bergantung pada kendaraan pribadi dengan perbandingan. Kendaraan dengan penduduk hingga 2:1.

"Konsekuensinya sangat tragis, masyarakat terjebak ratusan jam dalam kemacetan setiap tahun. Dalam sebuah pennghitun, setiap orang akan terjebak selama 10 tahun di kemacetan dalam hidupnya."

Saat padat, laju kendaraan di arteri utama hanya verkisar 10 sampai 50 km/jam, lebih pelan dari sepeda angin,  menghabiskan BBM dan waktu. Penelitian menunjukkan kerugian akibat kemacetan mencapai 5 miliar dolar AS per tahun, disebabkan pemborosan BBM, produktivitas yang hilang dan gangguan kesehatan. 

Lalu lintas juga meruoakan sumber utama polusi udara Jakarta. 70 persen emisi karbon berasal dari asap kendaraan. Kualitas udara Jakarta berada di urutan ketujuh terburuk dunia. Kerugian pada manusia juga meliputi kesehatan dan hilangnya waktu yang berharga bersama keluarga. 

Ini semua berawal dari ketersediaan jalan, transportaai massal dan ledakan penduduk, ketiganya menciptakan badai kemacetan lalu lintas. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.