Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Antisipasi Bencana Susulan

📅 Rabu, 31 Des 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Antisipasi Bencana Susulan Doc: Antara
Ket. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi konferensi pers di Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dalam mitigasi untuk menghadapi bencana susulan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat cuaca ekstrem.

Prasetyo menyebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mempercepat proses pembersihan kayu-kayu yang berada di aliran sungai agar tidak ada sumbatan. “Kami meminta kepada Kemenhut untuk mempercepat proses pembersihan di aliran-aliran sungai supaya nanti tidak ada sumbatan dari kayu-kayu yang kemarin seperti bencana yang pertama,” kata Prasetyo di Jakarta, kemarin.

Mensesneg menyampaikan pemerintah telah meminta agar secepatnya dilakukan pemetaan pada wilayah-wilayah yang memiliki kecuraman atau kelerengan yang sangat ekstrem, terutama pada daerah yang jenis tanahnya lumpur atau lembek.

Pemetaan terhadap wilayah-wilayah tersebut penting dilakukan mengingat antar daerah memiliki jenis tanah yang berbeda.

Menurutnya, dengan mengetahui jenis tanah tertentu maka akan lebih mudah untuk melakukan antisipasi, guna menghindari bencana susulan. “Jenis yang longsor-longsor itu berada di tingkat yang kelerengannya cukup tinggi, dan pastilah jenis yang tanahnya, termasuk yang jenis tanah lumpur atau lembek, bukan tanah yang sifatnya kuat atau kasar,” paparnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memadupadankan hasil evaluasi dari BMKG terhadap wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan curah hujan.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat terhadap respons cepat bila terjadi bencana perlu lebih digencarkan. “Kami meminta dilakukan proses edukasi dan pemberitahuan kepada masyarakat di wilayah yang diprediksi akan mengalami peningkatan curah hujan. Itu beberapa mitigasi yang kita lakukan,” pungkas Prasetyo.

Sumatera dan Aceh

Pakar klimatologi dan perubahan iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ProfDr.Erma Yulihastin mengingatkan pentingnya aksi mitigasi di wilayah Sumatera mengingat terdapat potensi kenaikan kejadian angin dan hujan ekstrem.

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Prof. Dr. Erma Yulihastin, Selasa (30/12), mengatakan bahwa pihaknya melihat berdasarkan parameter angin dan hujan ekstrem sebagai indikasi cuaca ekstrem yang merupakan bagian dari krisis iklim akan berdampak signifikan di wilayah Sumatera.

“Kita lihat bahwa ternyata peringkat yang menduduki urutan pertama bahwa perubahan iklim ini akan sangat mengancam Sumatera, dalam konteks angin ekstremnya itu akan meningkat signifikan sampai 2040, itu selama Desember, Januari, Februari. Itu ternyata juaranya adalah Sumatera, nomor 1 adalah Sumatera, kemudian pulau yang kedua itu adalah Kalimantan baru yang ketiga Jawa,” jelasnya.

“Sumatera ini memang harus menjadi prioritas kita, high priority of the mitigation for the extreme weather,” tambahnya.

Proyeksi itu dilakukan berdasarkan data historis yang terjadi sampai saat ini untuk wilayah tersebut. Potensi hujan ekstrem juga dapat terjadi di wilayah Sumatera dalam beberapa waktu ke depan di periode musim hujan yang secara tradisional berlangsung pada Desember, Januari dan Februari.

Adapun Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Aceh mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Aceh hingga dua hari ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.