Pelatih Spesialis Bola Mati Liverpool Hengkang Menyusul Performa Buruk
📅 Rabu, 31 Des 2025, 08:58 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LONDON, INGGRIS — Liverpool resmi berpisah dengan pelatih spesialis bola mati, Aaron Briggs. Keputusan ini diambil menyusul buruknya performa The Reds dalam situasi bola mati sepanjang Liga Inggris musim ini. Demikian diumumkan klub, Selasa (3/12) waktu setempat..
Gol Santiago Bueno untuk Wolverhampton Wanderers pada hari Sabtu lalu menjadi catatan yang memperburuk statistik Liverpool. Gol tersebut merupakan kebobolan ke-12 Liverpool dari situasi sepak pojok, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam dari 18 pertandingan liga musim ini. Tidak ada satu pun tim di lima liga top Eropa yang kebobolan lebih banyak dari situasi bola mati musim ini.
Ironisnya, di sisi lain, tim asuhan Arne Slot juga minim produktivitas. Liverpool baru mencetak tiga gol dari bola mati sepanjang musim, menjadikan kontribusi area ini sebagai salah satu titik lemah paling mencolok.
Briggs, mantan analis Manchester City yang diangkat sebagai pelatih bola mati khusus pada September lalu, dikabarkan mencapai kesepakatan bersama klub terkait kepergiannya dari Anfield.
“Bergabung dengan klub pada Juli 2024, awalnya sebagai pelatih pengembangan individu, Briggs turut berkontribusi dalam kesuksesan gelar Liga Inggris musim lalu sebagai bagian dari staf kepelatihan Arne Slot,” demikian pernyataan resmi Liverpool. “Ia meninggalkan klub dengan apresiasi dan doa terbaik dari seluruh elemen klub.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Data menunjukkan hanya West Ham United yang kini berada di posisi ke-18, yang kebobolan lebih banyak dari sepak pojok dibanding Liverpool, yakni 10 gol, sementara The Reds sudah kebobolan tujuh kali dari situasi tersebut. Liverpool juga menjadi tim dengan jumlah kebobolan terbanyak bersama dari lemparan ke dalam (tiga gol), sejajar dengan Newcastle United.
Menurut catatan Opta, Liverpool rata-rata hanya mencetak 2,4 gol per 100 situasi bola mati, terendah kedua di Liga Inggris, hanya lebih baik dari Brentford. Sebaliknya, mereka kebobolan rata-rata 8,2 gol per 100 bola mati, angka yang hanya dilampaui Nottingham Forest yang kini berada di peringkat ke-17.
Statistik itu membuat selisih gol bola mati Liverpool berada di angka minus sembilan—yang terburuk dalam sejarah mereka pada tahap mana pun di era Liga Inggris. Arne Slot bahkan mengakui persoalan ini pekan lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mustahil finis empat atau lima besar dengan keseimbangan bola mati seperti ini, apalagi juara liga,” ujar Slot. “Jika melihat statistik itu, Anda bisa mengatakan betapa spesialnya fakta bahwa kami masih memiliki poin sebanyak sekarang.”
Meski demikian, Liverpool saat ini masih bertengger di peringkat keempat klasemen, tertinggal 10 poin dari pemuncak Arsenal, menjelang laga Tahun Baru di Anfield melawan Leeds United yang tengah berjuang di papan bawah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!