Perang Ukraina Hari ke-1.406: Zelenskyy Akui Sulit Menang Tanpa AS, Putin Perintahkan Serangan di Zaporizhzhia
📅 Selasa, 30 Des 2025, 14:30 WIB | Oleh: Muhammad Daniel Ramadhan
Doc: The Guardian
JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan negaranya tidak akan mampu memenangkan perang melawan Rusia tanpa dukungan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Zelenskyy di tengah meningkatnya ketegangan militer, sekaligus manuver diplomatik yang melibatkan mantan Presiden AS Donald Trump.
Zelenskyy juga membantah klaim Kremlin yang menyebut Rusia berhasil menggagalkan serangan drone Ukraina ke kediaman Presiden Vladimir Putin. Ia menyebut tudingan tersebut sebagai “kebohongan khas Rusia” yang bertujuan menggagalkan upaya perdamaian. Menurut Zelenskyy, narasi itu sengaja diciptakan untuk membenarkan serangan lanjutan Moskow terhadap Ukraina, termasuk ke ibu kota Kyiv.
“Kami melihat Rusia kembali memainkan skenario lama dengan pernyataan berbahaya untuk merusak jalur diplomasi,” ujar Zelenskyy usai melakukan pertemuan selama dua jam dengan Donald Trump di Florida. Ia menegaskan cerita soal serangan ke kediaman Putin adalah fabrikasi yang sama sekali tidak berdasar.
Meski demikian, Zelenskyy menilai pertemuannya dengan Trump berlangsung produktif. Dalam wawancara dengan Fox News, ia secara terbuka mengakui ketergantungan Ukraina terhadap Washington. “Bisakah kami menang tanpa dukungan Amerika? Tidak,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia tidak mempercayai Putin dan menilai Presiden Rusia itu tidak menginginkan keberhasilan bagi Ukraina.
Di sisi lain, Vladimir Putin justru memerintahkan militernya untuk mempercepat operasi di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina selatan. Dalam pertemuan yang disiarkan televisi bersama para petinggi militer, Putin menerima laporan bahwa pasukan Rusia kini berada sekitar 15 kilometer dari kota Zaporizhzhia, kota terbesar di wilayah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Moskow saat ini menguasai sekitar 75 persen wilayah Zaporizhzhia, salah satu dari empat wilayah Ukraina yang dianeksasi Rusia pada 2022, langkah yang dinyatakan ilegal oleh Kyiv dan negara-negara Barat. Kepala staf umum Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, menyebut pasukan Rusia terus bergerak maju di hampir seluruh garis depan, sementara Ukraina lebih banyak bertahan sambil mencoba melakukan serangan balasan. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Pernyataan senada disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Ia menegaskan Rusia memegang inisiatif strategis di medan perang menjelang peringatan empat tahun invasi pada 2026. Lavrov menilai Ukraina dan Barat harus menerima “realitas di lapangan” sebagai dasar pembahasan penyelesaian konflik.
Di tengah eskalasi militer, Badan Energi Atom Internasional menyatakan perbaikan jalur listrik di sekitar PLTN Zaporizhzhia telah berhasil dilakukan setelah gencatan senjata lokal diberlakukan. Tim IAEA terus memantau situasi di area tersebut mengingat tingginya risiko keselamatan nuklir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, di kota Mariupol yang dikuasai Rusia, sebuah teater bersejarah kembali dibuka lebih dari tiga tahun setelah dihancurkan serangan udara Rusia pada 2022. Otoritas pro-Moskow meresmikan gedung yang telah direkonstruksi dengan konser gala. Namun, pemerintah kota Mariupol versi Ukraina mengecam peristiwa itu, menyebutnya sebagai “menari dan bernyanyi di atas tulang-belulang”, mengingat ratusan warga sipil tewas saat teater tersebut dibom.
Perang yang telah memasuki hari ke-1.406 ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi dan eskalasi militer masih berjalan beriringan, dengan masa depan Ukraina tetap sangat bergantung pada dinamika dukungan Barat dan langkah Moskow di medan tempur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!