Pemanasan Global Justru Bisa Berujung Zaman Es
📅 Selasa, 23 Des 2025, 05:15 WIB | Oleh: Haryo BronoAlih-alih menstabilkan suhu Bumi secara bertahap, umpan balik ini justru dapat mendorong pendinginan jauh melampaui titik awal. Dalam simulasi komputer yang dilakukan tim peneliti, efek tersebut cukup kuat untuk memicu terjadinya zaman es.
Ridgwell mengibaratkan proses ini seperti sistem pendingin rumah tangga yang bekerja terlalu keras. “Pada musim panas, Anda mengatur termostat sekitar 78 derajat Fahrenheit. Ketika suhu udara di luar naik pada siang hari, pendingin udara menghilangkan panas berlebih hingga suhu ruangan turun kembali ke 78 derajat, lalu berhenti,” jelasnya.
Melalui analogi tersebut, Ridgwell menegaskan bahwa kontrol iklim Bumi sebenarnya tidak rusak. Namun, sistem tersebut dapat merespons secara tidak merata, seolah-olah termostat tidak ditempatkan dekat dengan unit pendingin.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kadar oksigen yang lebih rendah di atmosfer Bumi purba membuat sistem pengatur iklim menjadi jauh kurang stabil, sehingga membantu menjelaskan mengapa zaman es awal begitu ekstrem. Saat ini, kadar oksigen di atmosfer Bumi jauh lebih tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akibat aktivitas manusia yang terus menambah CO₂ ke atmosfer, Bumi diperkirakan akan terus menghangat dalam waktu dekat. Model para peneliti menunjukkan bahwa pendinginan akan terjadi setelahnya. Namun, pendinginan di masa depan ini kemungkinan tidak akan seekstrem masa lalu karena kadar oksigen yang lebih tinggi melemahkan kekuatan umpan balik nutrisi di lautan.
“Ini seperti menempatkan termostat lebih dekat ke unit pendingin,” tambah Ridgwell. Meski demikian, efek tersebut tetap berpotensi mempercepat dimulainya zaman es berikutnya.
“Pada akhirnya, apakah penting jika awal zaman es berikutnya terjadi 50 ribu, 100 ribu, atau 200 ribu tahun lagi?” ujar Ridgwell. “Kita perlu fokus sekarang pada pembatasan pemanasan global yang sedang berlangsung. Pendinginan alami Bumi tidak akan terjadi cukup cepat untuk membantu kita dalam masa hidup ini.” hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!