Kemenekraf: Ekraf adalah Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional
📅 Senin, 22 Des 2025, 21:50 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Aditya Prabowo
JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menilai bahwa sektor ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025. Pencapaian ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja sektor ini melampaui target pemerintah.
“Ekraf bukan lagi sekadar potensi, melainkan tambang baru yang tumbuh dari daerah dan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Kebangkitan ekonomi kreatif merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dan program akselerasi yang dijalankan secara sistemik,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya saat memberikan sambutan di acara Ekraf Annual Report (EAR) 2025 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Senin (22/12).
Lebih lanjut, Ia menegaskan penguatan basis data dan kolaborasi menjadi kunci agar kebijakan ekonomi kreatif tepat sasaran dan berdampak luas. Data EAR 2025 menunjukkan nilai ekspor Ekraf pada periode Januari 2025 hingga Oktober 2025 mencapai 26,68 miliar (11,96 persen) dari total ekspor nonmigas nasional.
“Data dan kolaborasi yang kuat akan memastikan kebijakan kami tepat sasaran dan berdampak luas. Sementara realisasi investasi pada triwulan III 2025 tercatat Rp132,04 triliun atau 107 persen dari target RPJMN,” ucap Riefky.
Selain itu, Riefky juga menyebut jumlah tenaga kerja sektor ekonomi kreatif juga mencapai 27,4 juta orang. Menurut Riefky, capaian tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya pada pilar ketiga dan kelima.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional pada 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun (7,28 persen). Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nasional sebesar 5,03 persen,” ucap dia.
Teuku Riefky menyebut capaian tersebut menjadi momentum penguatan kelembagaan ekonomi kreatif di daerah. Selain itu, Kementerian Ekraf juga menandatangani puluhan kerja sama strategis dengan mitra nasional dan internasional.
“Dalam setahun terakhir, telah terbentuk dinas dan komite ekonomi kreatif di 19 provinsi serta puluhan kabupaten dan kota. Angka-angka ini membuktikan ekonomi kreatif mampu menjadi mesin pertumbuhan baru yang dimulai dari daerah dan menjadi tolok ukur implementasi Asta Ekraf,” kata Riefky.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara, Wamen Ekraf Irene Umar menambahkan, kehadiran Kementerian Ekraf tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga fasilitator bagi pelaku ekonomi kreatif. Ia menegaskan seluruh unsur hexahelix harus bergerak bersama untuk mendorong penggunaan produk ekonomi kreatif nasional.
“Pejuang ekonomi kreatif Indonesia saat ini sudah diakui dunia. Tugas kami adalah memfasilitasi agar produk lokal bisa bersaing, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara,” kata Irene. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!