Menteri PPPA Peringati Hari Ibu Lewat Bakti Sosial di Muara Angke
📅 Minggu, 21 Des 2025, 14:45 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kementerian PPPA
JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu 2025 dilaksanakan secara sederhana. Hal ini dilakukan sebagai bentuk empati atas kondisi bangsa yang tengah berduka.
“Awalnya kami akan menyelenggarakan peringatan Hari Ibu dengan jumlah undangan yang cukup banyak, tetapi karena kondisi kita sedang berduka, maka kami melaksanakan peringatan ini dengan sederhana tanpa mengurangi maknanya,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (21/12).
Sebagai gantinya, kata Arifah, Kementerian PPPA menggelar bakti sosial di Muara Angke dengan menyasar perempuan nelayan dan masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut meliputi cek kesehatan gratis, termasuk tes IVA bagi perempuan, serta berbagai pelatihan keterampilan ekonomi.
“Kami melakukan cek kesehatan gratis, termasuk tes IVA untuk perempuan-perempuan nelayan. Selain itu, ada pelatihan tata rias agar mereka punya modal menjadi make-up artist,” ujar Arifah.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi perempuan di wilayah pesisir. Bahkan, beberapa peserta menyatakan minat untuk menjadi perias pengantin.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau ada anak-anak yang mau wisuda di sana, mereka sudah bisa mulai dari situ. Bahkan ada yang berminat menjadi perias pengantin,” ucap Arifah melanjutkan.
Selain itu, Kementerian PPPA juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menggelar pelatihan pembuatan kue berbahan dasar ikan. Hasil pelatihan tersebut langsung disepakati untuk dimanfaatkan oleh warga setempat.
“Kemarin ada kesepakatan, kalau ada arisan atau acara, tidak membeli kue dari tempat lain. Tetapi kami membeli dari hasil yang mereka pelajari,” kata Arifah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain kegiatan sosial, rangkaian peringatan Hari Ibu 2025 diisi dengan upacara di Taman Makam Pahlawan serta anjangsana ke tujuh veteran perempuan yang masih sehat. Salah satu pesan yang paling berkesan datang dari seorang veteran bernama Sukesti yang berusia 97 tahun.
“Saya tanya apa pesan beliau untuk perempuan Indonesia dan masyarakat secara umum. Jawabannya singkat tapi sangat mendalam, yaitu persatuan,” ujar Arifah menceritakan.
Disisi lain, Kementerian PPPA meluncurkan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) sebagai langkah nyata untuk melindungi perempuan pekerja, baik dari sisi hukum maupun psikologis. RP3 diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025.
Asisten Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan TPPO, Prijadi Santoso, mengatakan RP3 diluncurkan sebagai layanan terdekat bagi pekerja perempuan. Hal tersebut dilakukan agar pekerja perempuan mendapatkan pencegahan, pengaduan, dan pendampingan atas kasus kekerasan di tempat kerja.
“RP3 tidak harus berbentuk bangunan fisik, tetapi ke depan juga akan dikembangkan dalam bentuk layanan digital agar lebih mudah dijangkau pekerja perempuan. Seperti layanan kesehatan, korban tidak harus langsung ke rumah sakit besar,” kata Prijadi Santoso. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!