Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Mengheningkan Cipta untuk Para Korban Penembakan di Pantai Bondi

📅 Minggu, 21 Des 2025, 11:03 WIB | Oleh: Tim Penulis

Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, mengatakan ia akan membuka penyelidikan Komisi Kerajaan independen terkait penembakan tersebut.

Ketika ditanya pada hari Minggu apakah serangan itu bisa dihindari, dia berkata: "Saya tidak tahu. Maksud saya, itu adalah sesuatu yang membuat saya tidak bisa tidur di malam hari dan terus memikirkannya serta mengkhawatirkannya."

Pemerintah Australia telah mengumumkan serangkaian langkah nasional untuk menindak kepemilikan senjata api dan ujaran kebencian, dengan menjanjikan undang-undang federal yang lebih ketat dan hukuman yang lebih berat.

Pemerintah negara bagian New South Wales mengatakan pihaknya berencana untuk melarang slogan-slogan "penuh kebencian" termasuk "Globalisasikan Intifada" dan simbol-simbol seperti bendera kelompok ISIS.

Banyak warga Yahudi Australia mengkritik pihak berwenang karena tidak berbuat lebih banyak untuk melindungi mereka sebelum serangan itu terjadi.

"Apakah kita merasa aman? Sejujurnya, jawabannya adalah 'tidak juga'," kata Rabbi Yossi Friedman kepada AFP pada acara peringatan dengan karangan bunga untuk para korban.

Keluarga-keluarga telah mengadakan upacara pemakaman untuk orang-orang terkasih mereka. Salah satunya untuk Matilda yang berusia 10 tahun, yang termuda dari para korban tewas, yang digambarkan dalam upacara tersebut sebagai "sinar matahari kecil kami".

Di samping pembunuhan, muncul pula kisah-kisah keberanian dan pengorbanan diri: para pengunjung pantai yang tidak bersenjata bergulat dengan para penyerang bersenjata lengkap, melindungi kerabat, teman, dan orang asing, atau menantang peluru untuk merawat yang terluka.

Pemilik toko Ahmed al Ahmed, seorang ayah dari dua anak yang pindah ke Australia dari Suriah hampir satu dekade lalu, dipuji setelah sebuah video yang dibagikan secara online menunjukkan dia merunduk di antara mobil-mobil dan kemudian merebut senjata dari salah satu penyerang. 

Dia ditembak beberapa kali di bahu.

Satuan tugas kontra-terorisme yang terdiri dari polisi dan dinas intelijen kini sedang meneliti pergerakan dan kontak para tersangka, termasuk perjalanan empat minggu yang mereka lakukan ke Filipina selatan beberapa minggu sebelum serangan Bondi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.