Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penurunan Angka Prevalensi Stunting di Kota Makassar

📅 Jumat, 19 Des 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Penurunan Angka Prevalensi Stunting di Kota Makassar Doc: Antara
Ket. Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham saat rapat koordinasi penanganan stunting di Makassar, Jumat (19/12/2025).

Makassar - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil menurunkan angka prevalensi stuntingdari 25,6 persen menjadi 22,9 persen pada 2025. 

Wakil Wali Kota Makassar yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham di Makassar, Jumat, mengatakan penurunan stunting merupakan bagian strategis dalam mewujudkan visi nasional Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045, yang menuntut ketersediaan sumber daya manusia berkualitas, sehat, dan berdaya saing.

"Untuk capaian prevalensi stunting kita saat ini turun menjadi 22,9 persen dari 25,6 persen," ujarnya.

Aliyah Mustika Ilham menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan target penurunan stunting dalam dokumen perencanaan RPJMD 2025–2029, yakni dari 18,8 persen menjadi 16,2 persen pada 2029, serta 15,5 persen pada 2030.

Adapun capaian prevalensi stunting Kota Makassar tercatat sebesar 18,4 persen pada 2022, dan mengalami peningkatan menjadi 25,6 persen, kemudian berhasil ditekan hingga 22,9 persen pada 2025.

Aliyah menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan melalui aksi konvergensi lintas sektor, melibatkan seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, serta pemangku kepentingan lainnya.

"Rapat koordinasi ini menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh rencana intervensi pencegahan dan penurunan stunting berjalan secara terpadu dan efektif," katanya.

Aliyah Mustika Ilham juga menekankan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab pemerintah, sehingga tidak boleh dibebankan kepada masyarakat melalui mekanisme donasi.

Pemerintah, lanjutnya, harus hadir secara optimal dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Makassar Dahyal dalam laporannya menyampaikan bahwa kehadiran para camat dan lurah dalam rapat koordinasi ini sangat strategis, mengingat mereka merupakan garda terdepan pelaksanaan program prioritas pemerintah pusat, provinsi, dan kota.

Ia menyampaikan bahwa Bappeda akan melakukan pemantauan dan pelaporan bulanan (monthly report) terhadap pelaksanaan program prioritas, termasuk percepatan penurunan stunting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Ribuan Keluarga di Pasar Ma...
Megapolitan
Sebaran Merkuri Dimohon Jad...
Luar Negeri
Saudi Tuding Houthi Targetk...

Di SAFE 2026, Katadata Perkenalkan KESGI 50 Index

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Di SAFE 2026, Katadata Perk...
Luar Negeri
AI Jadi Isu Penting Jelang ...
Megapolitan
Presiden Prabowo Resmikan L...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.