Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Kalteng: Kapuas dan Kotim Berkontribusi Serapan Gabah Terbesar

📅 Senin, 27 Jul 2026, 12:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bulog Kalteng: Kapuas dan Kotim Berkontribusi Serapan Gabah Terbesar Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan lainnya saat panen raya di sentra pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur (17/7/2026).

PALANGKA RAYA – Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai dua daerah dengan kontribusi terbesar dalam penyerapan gabah atau hasil pertanian padi pada musim panen tahun 2026.

Pemimpin Bulog Kanwil Kalimantan Tengah, Erwin Budiana, di Palangka Raya, Senin (27/7), mengatakan hingga saat ini realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 9.935 ton setara beras atau 62,87 persen dari target 15 ribu ton lebih setara beras.

"Penyerapan kita itu terbanyak dari Kapuas dan Kotawaringin Timur," jelas Erwin.

Tercatat per 26 Juli 2026, untuk Kapuas realisasi serapan mencapai 2.495 ton setara beras atau memiliki kontribusi sekitar 25 persen, dan Kotawaringin Timur serapannya mencapai 6.150 ton setara beras, atau memiliki kontribusi 61 persennya. Sisa serapan lainnya  sekitar 14 persen berasal dari panen di Kabupaten Pulang Pisau serta kabupaten lainnya.

Bulog Kalteng optimistis target penyerapan dapat tercapai seiring masih berlangsungnya musim panen di sejumlah sentra produksi padi.

Menurut Erwin, sisa dari target 2026 sekitar 40 persen diperkirakan dapat dipenuhi melalui panen yang dimulai sejak Juli dan diproyeksikan berlangsung hingga September atau Oktober 2026.

"Informasinya panen masih akan berlangsung sampai September-Oktober, sehingga akan kami maksimalkan penyerapannya," jelasnya.

Dia menambahkan, optimalisasi penyerapan tersebut juga menjadi langkah utama dalam memperkuat cadangan beras pemerintah dalam mengantisipasi kebutuhan selama musim kemarau hingga akhir tahun.

Terkait potensi dampak musim kemarau terhadap produksi padi, Erwin menilai hingga kini kondisi di lapangan masih cukup baik karena sistem pengairan di lahan pertanian tetap tersedia.

"Kalau sawah memang tergantung pengairan, tetapi yang saya lihat di lapangan pengairannya masih bagus. Panennya juga masih baik dan hasilnya masih banyak," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Bulog berharap pasokan gabah dari petani tetap melimpah sehingga proses penyerapan dapat terus dioptimalkan sesuai target yang telah ditetapkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Mengerikan Tragedi Kebakara...

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

1.5 jam yang lalu | Opik

Rona
Tips Mengelola Bisnis Kos-K...

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Kegiatan melukis caping di ...
Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.