Hari Ibu 2025 di Yogyakarta, dalam Semangat Srawung Wanodya: Tresna Ibu Cahya Budaya
📅 Jumat, 19 Des 2025, 17:20 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Pemda DIY
YOGYAKARTA - Peringatan Hari Ibu tidak sekadar dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai ruang evaluasi tentang sejauh mana peran ibu memperoleh pengakuan dan perlindungan dalam kehidupan sosial. Pesan tersebut mengemuka dalam Puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang digelar di Yogyakarta, Rabu (18/12).
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa posisi ibu sangat menentukan kualitas peradaban suatu bangsa. Menurutnya, cara masyarakat dan negara memperlakukan ibu mencerminkan tingkat keadilan serta keberpihakan terhadap kerja-kerja perempuan yang kerap tidak terlihat, namun berdampak besar bagi kehidupan bersama.
“Berbicara tentang ibu, berarti berbicara tentang kualitas peradaban. Tentang bagaimana sebuah masyarakat menghargai kerja-kerja yang sering tidak terlihat, tetapi menentukan segalanya. Tentang bagaimana negara tidak hanya mengagungkan pengorbanan, tetapi menghadirkan keadilan,” ungkap Sri Sultan.
Ia menilai perubahan sosial dan dinamika kehidupan modern membuat peran ibu semakin berlapis. Di satu sisi, ibu dituntut hadir di berbagai ruang, namun di sisi lain masih berhadapan dengan ketimpangan akses dan perlindungan.
“Namun, kita juga harus jujur mengakui, bahwa masih banyak ibu yang menghadapi keterbatasan: dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, serta kesempatan ekonomi dan partisipasi yang setara,” tutur Sri Sultan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Makna Hari Ibu, menurutnya, tidak berhenti pada ungkapan simbolik, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan dan sistem yang memberi ruang aman bagi perempuan dan ibu untuk berkembang. Ia menekankan pentingnya keberpihakan nyata dalam regulasi dan layanan publik.
“Cinta dan penghormatan tidak cukup diwujudkan dalam simbol, tetapi harus hadir dalam kebijakan yang adil, sistem yang berpihak, dan lingkungan yang memungkinkan perempuan dan ibu bertumbuh tanpa harus mengorbankan dirinya sendiri,” tegas Sultan.
Ia juga menekankan bahwa komitmen terhadap ibu perlu diwujudkan melalui layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas, perlindungan dari kekerasan berbasis gender, serta perluasan akses pendidikan dan ekonomi. Meski demikian, tanggung jawab tersebut bukan hanya milik pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Meski demikian, tanggung jawab itu tidak boleh hanya berada di pundak pemerintah. Ini adalah kerja bersama, dimulai di rumah, di tempat kerja, di sekolah, hingga di ruang publik,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, masyarakat diajak menjadikan penghormatan kepada ibu sebagai tekad kolektif untuk membangun kehidupan yang lebih setara dan manusiawi. “Mari maknai penghormatan bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai tekad. Tekad untuk membangun masyarakat yang lebih setara, lebih manusiawi, dan lebih berkeadaban,” pungkas Sultan.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Hari Ibu ke-97 DIY Tahun 2025, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, menyampaikan peringatan Hari Ibu menjadi momentum penguatan peran strategis perempuan dan ibu dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa.
“Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan, apresiasi dan penguatan peran strategis perempuan,” ujar GKR Hemas.
Ia menjelaskan tema “Srawung Wanodya: Tresna Ibu, Cahya Budaya” menggambarkan ruang kebersamaan lintas generasi dan organisasi perempuan dalam merawat nilai budaya. “Merangkai cinta ibu menjaga warisan bangsa, yang menggambarkan ruang kebersamaan antara perempuan lintas generasi dan organisasi,” tambahnya.
GKR Hemas menambahkan rangkaian Peringatan Hari Ibu 2025 di DIY telah berlangsung sejak 14 November hingga 18 Desember 2025 melalui berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan penguatan kapasitas perempuan, mulai dari bakti sosial, sarasehan, dialog, hingga lomba edukatif dan kreatif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!