Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD Bali dan Pemkab Tabanan Bahas Pelanggaran Pemanfaatan Ruang di Kawasan Jatiluwih demi Pertahankan Status Warisan Budaya Dunia

📅 Jumat, 19 Des 2025, 15:35 WIB | Oleh:
DPRD Bali dan Pemkab Tabanan Bahas Pelanggaran Pemanfaatan Ruang di Kawasan Jatiluwih demi Pertahankan Status Warisan Budaya Dunia Doc: antara foto
Ket. Panitia Khusus Tata Ruang Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali bersama Pemkab Tabanan membahas pelanggaran pemanfaatan ruang untuk usaha di kawasan subak Jatiluwih.

DENPASAR - Panitia Khusus Tata Ruang Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali bersama Pemkab Tabanan membahas pelanggaran pemanfaatan ruang untuk usaha di kawasan subak Jatiluwih​​​​​​​ demi mempertahankan status Warisan Budaya Dunia (WBD) dari UNESCO.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha di Denpasar, Jumat, mengatakan pembahasan langkah penindakan ini dilakukan untuk kebaikan bersama, karena mencari penghargaan dunia UNESCO itu susah.

"Jadi, kita mesti jaga, kemudian kita sekarang ada kegiatan-kegiatan yang sedikit ini (usaha restoran) kan tidak terlalu banyak, saya kira kita perbaiki evaluasi,” kata dia.

Dalam rapat dengar pendapat ini, DPRD Bali turut memanggil 13 pelaku usaha yang melanggar di subak Jatiluwih.

Mereka adalah Warung Metig Sari, Warung Anataloka, Warung Krisna D'Uma Jatiluwih, Warung Nyoman Tengox, Agrowisata Anggur, Cata Vaca Jatiluwih, Warung Wayan, Green e-bikes Jatiluwih, Warung Manik Luwih, Gong Jatiluwih, Villa Yeh Baat, Warung Manalagi, dan The Rustic yang sekarang bernama Sunari Bali.

Setelah sebelumnya diperiksa, Supartha memastikan 13 akomodasi ini terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2023 tentang RTRW Kabupaten Tabanan di Kawasan WBD Jatiluwih, selain melanggar alih fungsi lahan sawah dilindungi (LSD), juga pembangunan ada di area lanskap budaya UNESCO dan merusak integritas visual kawasan.

Bentuk pelanggaran ini, sudah berpotensi mengancam dicabutnya status Jatiluwih sebagai WBD sehingga berpotensi menurunkan nilai keaslian kawasan, merugikan masyarakat petani, dan sanksi hilangnya bantuan internasional dari UNESCO.

“Perlindungan kawasan Warisan Budaya Dunia bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab moral kita kepada generasi mendatang dan komunitas internasional," ujar Supartha.

Namun, dalam pertemuan ini, dewan belum menentukan keputusan terhadap para pelaku usaha, hanya saja sudah mulai menyusun konsep solusi bagi petani agar tetap sejahtera tanpa melanggar pemanfaatan kawasan.

Salah satunya adalah penataan rumah penduduk menjadi penginapan berstandar internasional, serta pengembangan restoran kuliner lokal yang higienis, wisata berbasis aktivitas pertanian, dan masih dapat membangun di dalam kawasan tetapi diatur secara ketat.

Wakil Bupati (Wabup) Tabanan I Made Dirga membenarkan adanya pelanggaran ini, namun ia menjelaskan bahwa petani pemilik sawah sendiri belum sepenuhnya bisa menikmati Jatiluwih sebagai WBD.

"Kalau ngomong hasil pertanian di Jatiluwih, tentunya perlu diketahui bahwa Jatiluwih itu enak dipandang tetapi hasilnya sangat jauh daripada yang sebenarnya harapan kita, di tempat lain luas-luas sawahnya dan gampang untuk kita mengerjakan, kalau di Jatiluwih itu beda, dengan pekerjaan yang begitu sulit pada akhirnya hasil panen tidak sesuai dengan harapan,” kata dia.

Atas alasan inilah, Dirga mengatakan petani di sana membangun akomodasi pariwisata yang dinyatakan melanggar ini.

Untuk itu, Pemkab Tabanan turut meminta solusi atas persoalan ini, sebab mereka juga ingin status WBD di Jatiluwih tetap bertahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.