Jelang Akhir Tahun, Mentan Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Pelanggar HET
📅 Kamis, 18 Des 2025, 16:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Nyoman Hendra Wibowo
JAKARTA – Pelanggaran harga eceran tertinggi (HET) jelang akhir tahun mencerminkan meningkatnya tekanan permintaan dan lemahnya kepatuhan sebagian pelaku usaha di tengah momentum konsumsi musiman.
Lonjakan kebutuhan masyarakat kerap dimanfaatkan untuk menaikkan harga di atas ketentuan, yang menandakan masih adanya celah pengawasan distribusi dan tata niaga.
Jika tidak direspons dengan pengawasan yang konsisten dan penegakan sanksi yang tegas, pelanggaran HET berpotensi menggerus daya beli sekaligus memicu ekspektasi inflasi di periode akhir tahun.
Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Bada Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan Satgas Pangan siap menindak pelaku usaha yang menjual pangan di atas harga eceran tertinggi (HET) menjelang akhir tahun, seiring upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan.
“Saya sampaikan kepada semua, jangan melanggar HET. Bukan lagi imbauan, masa imbauan sudah selesai. Melanggar HET, kita tindak. Satgas Pangan langsung turun menindak,” kata Amran usai Rapat Koordinasi Pengamanan Nataru 2025/2026 di Jakarta, Kamis (18/12).
Sebaiknya Anda baca juga:
Amran mengatakan, pemerintah bersama seluruh asosiasi di sektor pangan telah sepakat untuk menjaga penjualan komoditas tetap sesuai HET menjelang periode libur akhir tahun. Selain itu pemerintah dan asosiasi juga sepakat menjaga harga tetap terjangkau di tingkat konsumen.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menciptakan keseimbangan bagi seluruh pihak, sehingga petani memperoleh harga yang layak, pedagang tetap mendapatkan keuntungan, dan konsumen dapat membeli pangan dengan harga yang wajar.
Terkait ketersediaan, pemerintah memastikan pasokan pangan dalam kondisi aman. Sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, ayam, telur, dan daging tersedia lebih dari cukup, berdasarkan laporan asosiasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah juga terus memantau pergerakan harga hingga ke tingkat desa. Pengawasan diperkuat menjelang libur akhir tahun untuk mencegah potensi lonjakan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Tim ini sampai tingkat desa. (Sebelumnya) kita kan sudah kasih imbauan, persuasif, pendekatan macam-macam. Tapi (sekarang) kalau ada mencoba di atas HET, itu langsung ditindak,” tegas Amran.
Sementara itu, Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengungkapkan bahwa harga pangan yang masih terpantau berada di atas HET terjadi secara terbatas di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua, Maluku, dan Maluku Utara, dengan selisih harga sekitar 10 persen.
Menurutnya, komoditas yang masih terpantau berada di atas HET di wilayah tersebut yakni beras, terutama beras premium. Meski begitu, pemerintah telah menyalurkan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sehingga harga mulai mengalami penurunan.
Di luar wilayah tersebut, Sarwo Edhy menyebutkan bahwa harga pangan secara umum terpantau sesuai dengan HET.
Ia juga memastikan bahwa kondisi pasokan pangan hingga awal tahun depan masih aman. Berdasarkan neraca pangan yang disusun pemerintah, ia menjelaskan bahwa ketersediaan diperkirakan tetap terjaga hingga akhir tahun, berlanjut ke awal tahun, bahkan hingga periode Lebaran seiring masuknya musim panen berikutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!