Industri Indonesia Hadapi Tekanan Emisi, SUN Energy Dorong Transisi Energi Bersih
📅 Kamis, 18 Des 2025, 18:45 WIB | Oleh: Haryo BronoHingga 2025, SUN Energy telah mengoperasikan lebih dari300proyekPLTSdiIndonesia dengan total kapasitas terpasang lebih dari 240 MW, tersebar di lebih dari 50 sektor industri. Proyek-proyek inisecaraestimasimenghasilkan322,3jutakWhlistrikbersihper tahun, serta berkontribusi menurunkan emisi karbon hingga 250,8 juta kg CO₂e per tahun.
PertumbuhankapasitasPLTSindustripadapelangganSUNEnergytercatatpalingsignifikan di lima sektor utama, yaitu semen, FMCG, kertas, kemasan, elektronik dan komponen otomotif, sektor dengan intensitas energi tinggi dan tuntutan efisiensi operasional berkelanjutan. Dari sisi wilayah, pemanfaatan energi surya oleh pelanggan SUN Energy paling banyak terkonsentrasi di Jawa Barat, Jawa Timur, danBanten,wilayahyangmenjadi tulang punggung industri manufaktur nasional.
DariEnergiSuryaMenujuSustainability-as-a-Service
Menjawab kompleksitas tantangan industri, SUN Energy memposisikan diri tidak hanya sebagai penyedia teknologi energi surya, tetapi sebagai mitra transformasi industrimelalui pendekatan solusi keberlanjutan terintegrasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
CEO SUN Energy, E. Jefferson Kuesar, menyampaikan bahwa dekarbonisasi industri kini telah menjadi kebutuhan strategis. Dalam pandangannya sektor industri perlu bertransformasi agar tetap relevan dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global.
“Tekanan dari regulasi, pasar, dan rantai pasokmendorongindustri untuk segera mengadopsi praktik berkelanjutan dengan mengedepankan operasionalrendah emisi. Berangkat dari pengembangan energi surya, kami menghadirkan ekosistem solusi terintegrasi yang memungkinkan industri menurunkan emisi dan meningkatkan efisiensi operasional, mulai dari energi surya, sistem penyimpanan energi, hingga elektrifikasi kendaraan operasional,” ujarnya.
Pendekatan ini tercermin dalam pengembangan ekosistem bisnis SUN, yang mencakup instalasi PLTS industri dan komersial, EnergyStorageSystem(ESS),pengelolaansumber daya air berkelanjutan, serta elektrifikasi armada kendaraan listrik. Model ini merepresentasikan pergeseran menuju Sustainability-as-a-Service,dimanakeberlanjutan dihadirkan sebagai layanan menyeluruh, terukur, dan berorientasi pada dampak bisnis.
Sebaiknya Anda baca juga:
ElektrifikasiArmadasebagaiAkseleratorDekarbonisasi
Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, SUN Mobility berfokus pada elektrifikasi armada kendaraan industri, khususnya di sektor dengan intensitas operasional tinggi seperti pertambangan dan logistik. Melalui pendekatan end-to-end, mulai dari asesmen teknis, simulasi operasional, pemilihan kendaraan, hingga skema pembiayaan fleksibel, SUN Mobility memungkinkan industribertransisikearmadalistrikdenganrisikoyanglebihterukur serta potensi penghematan biaya bahan bakar hingga 85 persen dibandingkan armada diesel konvensional.
CEO SUN Mobility Karina Darmawan, menegaskan pentingnya pendekatan kontekstual, elektrifikasi armada industri tidak bisa diseragamkan. Setiaplokasimemilikikebutuhandan tantangan yang berbeda.
“Karena itu, kami berperan sebagai neutral integrator yang mencocokkan jenis kendaraan, teknologi, dan skema pembiayaan dengan kebutuhan riil di lapangan, sehingga industri dapat beralih ke operasional rendahemisisecarabertahapdan berkelanjutan,” ujarnya.
DampakNyatabagiIndustriNasional
Salah satu contoh implementasi SIH dan dekarbonisasi industri adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, mitra bisnis strategis SUN Energy disektorsemen.Perusahaanini telah mengoperasikan PLTS dengan total kapasitas lebih dari 71 MW di fasilitas produksinya di Citeureup, Cirebon, dan Tarjun, yang seluruhnya telah memperoleh sertifikasi Standar Industri Hijau sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik industri berkelanjutan secara menyeluruh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!