Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.694, Pasar Masih Waspada

📅 Rabu, 17 Des 2025, 16:34 WIB | Oleh:
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.694, Pasar Masih Waspada Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta, Selasa (3/9).

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak melemah 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.694 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.691 per dolar AS.

Ekonom dari Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati membuat kurs rupiah melemah.

“Pada perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah tipis di tengah tarik-menarik sentimen global dan domestik. Meskipun data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pelemahan dan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan, penguatan rupiah tertahan oleh sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Tercatat, data Non-Farm Payrolls (NFP) AS menyusut sebesar 105 ribu pada Oktober 2025, membalikkan peningkatan sebesar 108 ribu pada bulan sebelumnya, sebelum pulih sedikit dengan melonjak 64 ribu pada November 2025.

Secara keseluruhan, NFP turun bersih sebesar 41 ribu selama Oktober-November 2025, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan peningkatan sebesar 25 ribu.

Tingkat pengangguran AS juga disebut mengalami kenaikan menjadi 4,6 persen pada November 2025 dari 4,4 persen pada September 2025, melebihi perkiraan konsensus sebesar 4,5 persen.

Indikator lain lebih lanjut menunjukkan momentum ekonomi yang melemah, dengan penjualan ritel AS pada Oktober 2025 bergerak stagnan di 0,0 persen month to month (mom), turun dari 0,1 persen mom sebelumnya dan di bawah ekspektasi peningkatan 0,1 persen mom.

Di sisi lain, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate tetap berada di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Desember 2025 yang berlangsung pada Selasa (16/12) dan Rabu ini.

Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing juga dipertahankan pada level 3,75 persen dan 5,5 persen.

“Ketidakpastian arah kebijakan moneter global serta imbal hasil US Treasury yang tetap tinggi menjaga daya tarik dolar AS, sehingga membatasi penguatan mata uang negara berkembang,” ujar Taufan.

Melihat sentimen domestik, lanjutnya, keputusan BI untuk menahan suku bunga telah sesuai ekspektasi pasar sehingga dampaknya terhadap rupiah relatif terbatas.

Selain itu, permintaan valuta asing yang meningkat untuk kebutuhan impor dan pembayaran eksternal dianggap memberikan tekanan terhadap rupiah.

“Kondisi ini membuat rupiah belum mampu mempertahankan penguatan sebelumnya dan akhirnya ditutup melemah secara terbatas,” kata dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.698 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.693 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.