Tentara Thailand Merebut Sistem Anti-Tank Generasi Kelima Milik Kamboja, GAM-102LR
📅 Senin, 15 Des 2025, 01:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDari perspektif geostrategis, ketergantungan Kamboja pada persenjataan Tiongkok meningkatkan pengaruh Beijing dalam mekanisme pembangunan konsensus ASEAN, sehingga memengaruhi wacana keamanan regional yang mencakup isu-isu mulai dari Laut Cina Selatan hingga stabilitas daratan Asia Tenggara.
Pengerahan sistem canggih oleh China, seperti rudal anti-tank generasi kelima dan artileri roket jarak jauh, juga menunjukkan kesediaan China untuk mengekspor kemampuan yang semakin canggih kepada negara-negara lain, bahkan dengan risiko proliferasi yang cepat di lingkungan perbatasan yang rawan eskalasi.
Namun, peristiwa di sekitar Bukit 500 menyoroti kerentanan yang terus berlanjut dalam model ini, karena akuisisi cepat sistem canggih belum diimbangi dengan investasi yang setara dalam kedalaman pelatihan, integrasi komando, dan ketahanan tempur dalam menghadapi tempo operasional yang tinggi.
Secara kolektif, dinamika ini menekankan bahwa strategi ekspor pertahanan Tiongkok di Kamboja bukan hanya tentang pengiriman perangkat keras, melainkan instrumen pengaruh regional, dan bahwa hasil di medan perang pada akhirnya mengungkapkan keterbatasan transfer teknologi ketika kapasitas kelembagaan dan kematangan operasional masih tertinggal.i
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!