Indonesia Segera Memiliki Fast Charging yang Bisa Dibawa-bawa
📅 Minggu, 14 Des 2025, 11:03 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Seiring pertumbuhan mobil atau kendaraan listrik, menyenangkan jika memang ada alat charger yang bisa dibawa-bawa. Produsen elektronik asal Indonesia, yang kini terjun ke industri otomotif yakni Polytron dikabarkan sedang mengembangkan pengisi daya cepat portabel atau portable fast charging, yang diyakini dapat meningkatkan kepercayaan diri pengguna motor listrik di Indonesia kemanapun mereka inginkan.
CEO Polytron, Hariono mengatakan bahwaportable fast charger yang sedang dikembangkan ini akan menjadi perangkat resmi pertama yang dirilis langsung oleh produsen motor listrik di Indonesia.
“Perangkat ini ditujukan untuk memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengguna, memungkinkan pengisian daya yang lebih cepat tanpa terbatas pada stasiun pengisian umum,” kata Hariono melalui keterangan resminya diterima di Jakarta pada Sabtu.
Lahirnya ide membuat komponen ini tidak lain karena semakin tumbuhnya komunitas pengguna FOX Electric. Para anggota komunitas Polytron Electric Vehicle Rider berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pekerja harian hingga penghobi touring.
Bahkan, mereka juga telah membuktikan keandalan dari motor listrik ini melalui pemecahan rekor MURI. Kegiatan itu dilakukan dengan melakukan touring jarak jauh dari Jakarta-Bali, sejauh 1.33 km.
Sebaiknya Anda baca juga:
Inovasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi para pemilik FOX Electric yang ingin melakukan perjalanan lintas kota dengan lebih percaya diri dan tanpa kekhawatiran mengenai ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Peluncuran resminya diproyeksikan akan berlangsung pada awal tahun 2026, menandai langkah penting dalam ekosistem kendaraan listrik Indonesia dan memperkuat posisi Polytron sebagai inovator utama di industri ini.
Dengan hadirnya portable fast charging resmi dari pabrikan, Polytron berharap pemanfaatan motor listrik untuk perjalanan jauh akan semakin mudah, menyenangkan, dan dapat dinikmati oleh lebih banyak orang di seluruh Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Agak Lesu
Sementara itu, Penerimaan kendaraan listrik masyarakat Tanah Air dari tahun ke tahun terus menunjukkan tren yang positif dan pada 2025 merupakan tonggak penting dalam pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan tersebut.
Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermoto Indonesia (Gaikindo), penerimaan kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 55.225 unit sepanjang Januari sampai dengan September 2025.
Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu di Jakarta, Jumat, mengatakan tren peningkatan yang cukup drastis, cukup sulit untuk terjadi kembali pada 2026 karena terdapat beberapa faktor.
“Tampaknya, pertumbuhan industri EV (Electric Vehicle) di tahun 2026 tidak akan semasif lonjakan di akhir 2025. Apalagi jika skema insentif fiskal berbasis impor mulai dikurangi dan diarahkan hanya ke produksi lokal,” kata Yannes.
Menurut dia, tahun 2026 menjadi fase konsolidasi yang keras, dimana pertumbuhan volume total melambat karena tekanan kenaikan harga BEV, terutama model CBU, yang berpotensi kembali menghantam middle class yang sangat sensitif harga di tengah ekonomi makro yang belum akselerasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!