Prabowo Kembali ke Aceh, Masyarakat Berharap Pemulihan Kian Cepat
📅 Jumat, 12 Des 2025, 19:57 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Sejumlah penyintas banjir bandang di Provinsi Aceh menyatakan bahwa harapan mereka untuk segera kembali pulih pasca-banjir bandang semakin menguat, setelah Presiden RI Prabowo Subianto kembali turun langsung meninjau lokasi bencana untuk kali ketiganya, Jumat (12/12).
Tim Media Presiden di Jakarta, menyebut pernyataan itu disampaikan para penyintas banjir di tenda-tenda darurat usai berdialog dengan Presiden untuk menyampaikan harapan, keluhan, sekaligus rasa terima kasih atas bantuan yang mulai lancar tersalurkan.
"Roti, beras, obat-obatan sudah datang. Mobil bantuan kesehatan saya lihat banyak lewat. Tapi rumah-rumah kami rusak, berlumpur, dan kurang alat untuk membersihkannya," ujar penyintas di Desa Sukarahmat, Kecamatan Rantau, Wita.
Ia tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kondisi rumahnya yang rusak parah dan masih tertutup lumpur tebal.
Ia mengakui bahwa bantuan makanan, obat-obatan, hingga layanan kesehatan kini sudah relatif mencukupi kebutuhan warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berharap pemerintah dapat segera mengirimkan material bangunan agar warga bisa memperbaiki tempat tinggal mereka. Wita mengaku masih tinggal di rumah kerabat setelah rumahnya hancur tertimpa pohon saat banjir besar menerjang.
“Saya berharap kota kami kembali normal. Anak-anak bisa sekolah lagi, bisa kembali ke pesantren. Itu saja harapan kami,” ujarnya kepada Presiden.
Distribusi bantuan yang sebelumnya tersendat akibat akses jalan terputus kini mulai kembali lancar. Wita menilai kondisi pangan warga, baik di desa maupun kota, sudah lebih baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Alhamdulillah sudah banyak bantuan datang. Kalau soal makan, insyaallah sudah cukup,” ujarnya.
Meski kebutuhan dasar mulai terpenuhi, kebutuhan paling mendesak bagi warga Aceh Tamiang tetaplah hunian layak.
Di posko pengungsian bawah Jembatan Kuala Simpang, Kepala Dusun Sukajadi, Desi, juga menyampaikan harapan serupa.
Ia menilai kehadiran Presiden memberi optimisme pemulihan situasi pasca-banjir, bagi warga yang sejak berminggu-minggu bertahan di tenda yang panas dan rawan terdampak aliran air saat hujan.
“Kalau bisa kami secepatnya mendapatkan bantuan rumah. Tenda ini terlalu panas siang hari, banyak debu. Kalau hujan, air dari jembatan mengalir ke bawah,” kata Desi sambil memohon percepatan rehabilitasi.
Meski begitu, Desi mengakui kebutuhan pangan dan pakaian warga telah tercukupi berkat dukungan pemerintah, BPBD, Polri, puskesmas, dan berbagai lembaga kemanusiaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!