Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengelola MBG Harus Kedepankan Sisi Kemanusiaan

📅 Jumat, 12 Des 2025, 01:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengelola MBG Harus Kedepankan Sisi Kemanusiaan Doc: ANTARA/Yudi Manar
Ket. Sejumlah siswa SD menyantap makanan bergizi gratis saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 060960, Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara.

JAKARTA - Anggota Komisi XIII DPR, Yan P Mandenas, mengharapkan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) kedepankan sisi kemanusiaan, bukan bisnis semata sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dan asupan gizi sesuai standar.

“Kami berharap pengelola dapur MBG di seluruh wilayah Indonesia khususnya Papua Pegunungan untuk mengedepankan sisi kemanusiaan dibandingkan bisnis, sehingga penerima manfaat benar-benar memperoleh asupan gizi yang sesuai,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (11/12).

Menurut dia, ketika pengelola dapur MBG mengedepankan kemanusiaan dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto maka sasaran yang akan dicapai dapat terwujud. “Kami menyarankan siapa pun yang akan mengelola dapur MBG supaya mengedepankan kemanusiaan, sehingga dalam tata kelola bisnis diperoleh tetapi tidak mengambil lebih dan sasaran penerima manfaat memperoleh asupan gizi yang baik dapat terwujud,” ujarnya.

Dia mengingatkan pengelola dapur di Papua Pegunungan khususnya di Kabupaten Jayawijaya supaya lebih baik dan optimal sehingga pelajar mulai PAUD, TK hingga SMA/SMK di daerah ini kecukupan gizinya terwujud. “MBG merupakan program unggulan bapak presiden untuk memberikan asupan gizi yang optimal bagi generasi muda Indonesia untuk mewujudkan visi misi besar Indonesia Emas di tahun 2045,” katanya.

Dia menambahkan tahun depan seluruh wilayah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T di seluruh wilayah Indonesia khususnya Papua Pegunungan sudah harus ada pengelola dapur MBG.

“Tahun depan kami akan mendorong percepatan program MBG di seluruh wilayah Papua khususnya wilayah 3T sudah harus tercover. Kami akan berkoordinasi dengan kepala BGN untuk mengundang kepala-kepala daerah di Papua atau mengirimkan tim untuk mendorong percepatan program MBG di enam provinsi tanah Papua,” ujarnya.

Perkuat Karakter

Terpisah, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menekankan seluruh unit pelaksana teknis (UPT) dapat mendukung implementasi program MBG di daerah karena dapat memperkuat karakter dan praktik baik di lingkungan sekolah.

“Program ini (harus) menjadi sebuah kultur, sebuah ekosistem, dan sebuah Gerakan Pendidikan Lokal untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Tugas kita di tahun 2026 bukan lagi hanya mengimplementasikan, tetapi menginstitusionalkan Program Makan Bergizi Gratis kita bertransformasi dari sekadar pelaku program menjadi perumus strategi dampak yang berani dan terukur,” kata Wamendikdasmen Atip di Jakarta, Kamis (11/12).

Implementasi MBG, kata dia, dapat dilihat sebagai upaya transformasi pendidikan di Indonesia. Ia menilai penerapannya wajib diadvokasi, didampingi, dan diinternalisasi oleh UPT di setiap provinsi karena program MBG menyentuh dua hal penting.

Pertama ialah gizi sebagai kurikulum karakter karena makan bersama, dengan menu yang bergizi, bukanlah sekadar pengisian energi, tetapi merupakan pembelajaran karakter yang paling fundamental.

“Saat anak-anak makan bersama, mereka belajar nilai kedisiplinan dan tanggung jawab seperti mengantre, mencuci tangan, menghabiskan makanan, dan menjaga kebersihan. Selain itu, mereka juga belajar nilai gotong royong dan bermasyarakat seperti berbagi meja, saling menjaga, dan memahami pentingnya pangan bagi sesama,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan penggunaan bahan baku pangan dari petani dan komunitas setempat.

“SPPG wajib membeli bahan baku dari petani, dan komunitas setempat sehingga kehadiran SPPG bisa dirasakan oleh masyarakat pada umumnya,” kata Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat Penganugerahan SPPG Inspiradaya 2025 di Jakarta, kemarin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Final Asean Cup Bakal Meled...
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
3.000 Agen Perlinsos Siap B...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.