Perekrutan Penipu di Myanmar Marak
📅 Rabu, 05 Nov 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/THAI NEWS PIX/Sarot Meksophawannakul
BANGKOK - Penggerebekan baru-baru ini di salah satu pusat penipuan internet paling terkenal di Myanmar memicu serbuan perekrutan karena para pekerja yang melarikan diri berebut untuk mendaftar di pusat-pusat penipuan di dekatnya, kata para ahli dan orang dalam kepada AFP.
Pusat penipuan daring telah menjamur di seluruh Asia tenggara, memperdaya korban yang tidak menaruh curiga miliaran dollar setiap tahunnya dalam penipuan percintaan dan kripto yang rumit.
“Banyak pekerja yang diperdagangkan ke pusat-pusat penipuan internet lain dengan beberapa diantaranya pergi dengan sukarela untuk mendapatkan gaji yang menarik,” kata para analis.
Penggerebekan akhir Oktober lalu telah mengguncang pusat-pusat penipuan di kompleks KK Park di Myanmar, menyebabkan lebih dari 1.500 orang melarikan diri melintasi perbatasan ke Thailand, tetapi juga ada banyak yang tetap tinggal untuk mengejar peluang baru di pasar gelap.
Seorang pekerja penipuan sukarela asal Tiongkok mengatakan kepada AFP bahwa beberapa ratus orang yang meninggalkan KK Park tiba di kompleksnya sendiri yang berjarak 3 kilometer pada tanggal 23 Oktober lalu dengan iming-iming gaji bulanan hingga 1.400 dollar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pria itu berbicara dengan syarat anonim karena alasan keamanan, tetapi mau berbagi dengan AFP lokasi keberadaannya secara langsung di aplikasi pesan yang menunjukkan dia berada di Myanmar, dekat perbatasan Thailand.
"Beberapa orang akan direkrut oleh bos yang tidak bermoral, sementara yang lain akan direkrut oleh perusahaan yang baik. Namun semuanya itu tergantung keberuntungan Anda," ujar dia.
Jason Tower, pakar senior di Inisiatif Global Melawan Kejahatan Terorganisir Transnasional, mengatakan kepada AFP bahwa banyak penipu dari kompleks KK Park hanya direkrut ulang oleh geng lain. "Ada beberapa orang yang mencari lokasi baru untuk melakukan penipuan. Mereka mungkin menganggapnya semua ini sebagai pekerjaan biasa,” ungkap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jaringan pembayaran kripto anonim dan kurangnya pelaporan oleh para korban yang malu karena telah membuat kerugian di pusat penipuan sulit diukur. Namun menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, kerugian dari korban di Asia tenggara dan timur saja yang telah ditipu pada 2023 telah mencapai hingga 37 miliar dollar AS, dan kerugian global kemungkinan jauh lebih besar.
Tekanan Tiongkok
Wilayah perbatasan Myanmar yang dilanda perang dan memiliki pemerintahan yang longgar telah terbukti menjadi lahan yang subur bagi pusat-pusat kegiatan. Junta yang berkuasa di Myanmar sejak kudeta tahun 2021, telah dituduh menutup mata terhadap pusat-pusat penipuan yang memperkaya sekutu milisi domestiknya.
Namun, negara itu juga menghadapi tekanan untuk mengekang pasar gelap dari pendukung internasionalnya, Tiongkok, yang kesal karena pusat-pusat itu merekrut sekaligus menargetkan warga negaranya.
Bulan lalu, junta mengatakan pasukannya telah menggerebek sekitar 200 bangunan di kompleks KK Park dan menemukan lebih dari 2.000 orang penipu. Para analis mengatakan penggerebekan itu kemungkinan terbatas dan sangat terencana, dirancang untuk melampiaskan tekanan agar mengambil tindakan tanpa terlalu merugikan keuntungan.
Namun hal itu tetap saja memicu eksodus 1.500 orang dari 28 negara ke Thailand, menurut otoritas provinsi Thailand. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!