Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tega Sekali, 80 Ton Bantuan untuk Bencana Aceh Ditilep

📅 Kamis, 11 Des 2025, 18:58 WIB | Oleh:
Tega Sekali, 80 Ton Bantuan untuk Bencana Aceh Ditilep Doc: ist
Ket. korban membersihkan kotoran dari rumah

JAKARTA – Manusia macam apa bisa-bisanya menilep bantuan korban bencana banjir bandang Aceh seberat 80 ton. Koalisi Masyarakat Sipil Aceh mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan penggelapan 80 ton bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh yang telah disampaikan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

“Apa yang diungkapkan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem ini harus diusut tuntas. Ini sangat meresahkan, ada oknum seperti ini melakukan kejahatan yang sangat tidak manusiawi,” kata Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian di Banda Aceh, Kamis.

Sebelumnya dalam konferensi pers perpanjangan status tanggap darurat bencana Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengaku telah menerima laporan 80 ton bantuan logistik yang disalurkan ke wilayah tengah Aceh diduga hilang, sehingga perlu ditelusuri oleh penegak hukum.

Koalisi Masyarakat Sipil Aceh ini tergabung dari MaTA, LBH Banda Aceh, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI), International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), dan KontraS Aceh. Dugaan pencurian bantuan kemanusiaan ini dinilai sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan mencederai rasa kemanusiaan masyarakat Aceh yang tengah dilanda bencana.

Alfian mengatakan pernyataan gubernur terkait adanya oknum yang diduga menyelewengkan bantuan harus ditindaklanjuti dengan penyelidikan serius. Karena itu pihaknya mendorong pemerintah pusat juga dapat mengambil langkah konkret mengungkap pelaku penggelapan tersebut.

“Kami mendorong pemerintah pusat untuk mencari pelaku dugaan pencurian bantuan puluhan ton ini. Jika pusat sepele mengusutnya, maka ini perlu dipertanyakan, apakah ini memang setingan atau arahan dari atas? Ini yang kita tegaskan,” ujar Alfian.

Koalisi menilai pengusutan kasus ini penting untuk memastikan tidak ada lagi praktik penyalahgunaan bantuan di tengah situasi darurat, sekaligus memberi rasa keadilan bagi korban bencana yang sangat membutuhkan bantuan.

Sementara itu, BNPB terus memperbarui data korban akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga Kamis (11/12) pukul 15.30 WIB. Tercatat 986 orang meninggal dunia, 224 hilang, 5 ribu terluka. Hal ini berdasarkan dashboard penanganan darurat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.

Selain itu, tercatat 157,9 ribu rumah rusak di 52 kabupaten. Bencana ini juga merusak 434 rumah ibadah, 581 fasilitas pendidikan, 219 fasilitas kesehatan, 498 jembatan, 290 gedung/kantor, serta 1,2 ribu fasilitas umum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.