Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BPOM Ajak Influencer Perkuat Edukasi Kosmetik yang Aman

📅 Rabu, 10 Des 2025, 17:50 WIB | Oleh:
Kepala BPOM Ajak Influencer Perkuat Edukasi Kosmetik yang Aman
Ket. Kepala BPOM, Taruna Ikrar

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, mengatakan, peran influencer semakin dibutuhkan untuk menekan peredaran kosmetik ilegal menjelang akhir tahun. Ia meminta para kreator digital aktif mengedukasi masyarakat karena masih banyak konsumen yang mudah terkecoh oleh promosi dan iklan menyesatkan.

"Kita harapkan tentu para influencer bisa memberikan bantuan kepada BPOM untuk memberikan edukasiyang kreatif, membangun, dan benar. Media dan para influencer serta konten kreator agar turut menyebarluaskan edukasi dalam menggunakan kosmetik aman terutama pada momen menjelang akhir tahun," ucap Taruna di sesi konferensi pers di Kantor BPOM Jakarta, Selasa (9/12).

Ia menjelaskan, BPOM telah mengatur keterlibatan publik melalui Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2025. Termasuk mendorong influencer menyampaikan informasi pengawasan secara kreatif namun akurat.

Dalam intensifikasi pengawasan pada 10-21 November 2025, lanjut dia, BPOM mencatat potensi kerugian ekonomi lebih dari Rp1,8 triliun akibat kosmetik ilegal.

“Bagaimana kalau dampaknya pada penyakit atau gangguan kesehatan bahkan gangguan jiwa, itu bahaya betul,” ujar dia.

Dikesempatan tersebut Taruna menjelaskan saluran pelaporan BPOM melalui Halo BPOM 150533 dan unit layanan pengaduan di seluruh balai POM.

“Kami butuh bantuan seluruh masyarakat, jka ada informasi mohon sampaikan,” kata Taruna.

Ia memastikan setiap laporan, termasuk dari media sosial, tetap ditindaklanjuti oleh BPOM. “Percayalah bahwa atensi kami sangat besar terhadap keselamatan dan keamanan masyarakat,” ucap dia.

Hal senada disampaikan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Fitria Agustina. Ia menilai influencer memiliki peran strategis dalam mengingatkan para pelaku usaha kosmetik agar tidak mempromosikan produk berbahaya.

Fitria mengatakan banyak pelaku usaha yang masih mengabaikan keamanan produk demi mengejar keuntungan.

“Influencer bisa mengedukasi pelaku usaha, jangan ngono-ngono gitu loh, mereka harus paham impact-nya,” ujar Fitria.

Ia mengingatkan, risiko dari kandungan kosmetik berbahaya tidak hanya merugikan secara bisnis, tetapi langsung berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Kalau isinya bahaya, dampaknya ke masyarakat yang terkena itu besar sekali,” ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.