Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom Bilang: UMKM Tak Akan Naik Kelas Tanpa Inklusi-Literasi Keuangan!

📅 Rabu, 10 Des 2025, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonom Bilang: UMKM Tak Akan Naik Kelas Tanpa Inklusi-Literasi Keuangan! Doc: ANTARA FOTO/ Andreas Fitri Atmoko.
Ket. Pelaku UMKM di Yogyakarta Tutty Fetrianingsih menunjukkan kerajinan produksinya yang dipasarkan melalui online marketplace, di galeri Kana Shibori, Yogyakarta.

JAKARTA – Mengakselerasi pertumbuhan kapasitas UMKM menjadi strategi kunci untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional. Sebab, UMKM menyumbang mayoritas tenaga kerja dan menjadi motor perputaran ekonomi lokal.

Ketika kapasitas produksi, akses pembiayaan, digitalisasi, dan kualitas SDM UMKM meningkat, daya saing mereka ikut terdongkrak, sehingga mampu masuk ke rantai pasok yang lebih luas dan berkontribusi pada ekspansi ekonomi nasional.

Akselerasi ini juga penting untuk menciptakan resiliensi ekonomi, karena basis pelaku usaha yang kuat dan tersebar akan membuat ekonomi lebih tahan terhadap guncangan eksternal.

Chief Economist PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Anton Hendranata mengatakan peningkatan inklusi dan literasi keuangan menjadi strategi utama dalam mengakselerasi pertumbuhan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan perekonomian nasional.

"Concern strategisnya, mau tidak mau adalah akselerasi UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Pertama adalah peningkatan inklusi dan literasi keuangan, diiringi peningkatan kapasitas dan kapabilitas usaha dan tentu saja program pemberdayaan," kata Anton di sela acara PaDi Business Forum & Showcase 2025 di Jakarta, Rabu (10/12).

"Rasanya kalau itu tidak dilakukan, maka UMKM akan selalu tertinggal dan perannya tidak sesuai yang kita bayangkan seperti saat ini," ujarnya menambahkan.

Penguatan UMKM yang senada dengan pendekatan ekonomi kerakyatan oleh pemerintah, dinilai penting agar geliat perekonomian nasional bisa tangguh di tengah tantangan global saat ini.

Anton menilai saat ini kecenderungan pertumbuhan ekonomi global semakin tertekan dan semakin melambat, pun dari sisi pola perdagangan global yang menunjukkan tren sama.

"Kenapa itu bisa terjadi? Karena memang banyak kebijakan perdagangan yang mendistorsi perdagangan ekonomi dunia. Ini sangat terlihat bahwa kebijakan yang mendistorsi itu semakin naik signifikannya, bahkan berkali-kali lipat seperti yang kita hadapi sekarang," ujar Anton.

Ia mencontohkan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ia sebut "tidak terduga". Anton memperkirakan hal ini masih akan membayangi perdagangan global pada tahun depan.

"Situasi global juga tidak mudah, kita ketahui bahwa geopolitical risk juga cenderung meningkat dan ini kelihatan juga ketidakpastian ini selalu memengaruhi ekonomi dunia saat ini, sehingga menyebabkan uncertainty itu semakin nyata kita hadapi," kata Anton.

Penguatan inklusi dan daya saing UMKM pun menjadi strategi yang diambil mayoritas negara di dunia, termasuk Indonesia.

"Yang menarik adalah kalau situasi ketidakpastian global itu tinggi, maka suka atau tidak suka setiap negara harus melakukan strategi pertumbuhan ekonomi inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

Ia menjelaskan jumlah UMKM di Indonesia sendiri mencapai lebih dari 64 juta unit dengan kontribusi terhadap PDB sebesar lebih dari 61 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Olahraga
De Zerbi Minta Maaf atas Ke...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.