Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Unsur Agama Bisa Hadirkan Kenyamanan Anak dan Perempuan

📅 Selasa, 09 Des 2025, 03:25 WIB | Oleh:
Unsur Agama Bisa Hadirkan Kenyamanan Anak dan Perempuan Doc: Dok PemprovDKI
Ket. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) memulai rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (16 HAKTPA) Tahun 2025 melalui kegiatan Kick Off yang digelar di Plaza Selatan Monas dan Balai Agung, Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.

JAKARTA – Unsur-unsur keagamaan seperti tokoh dan komunitas dapat memberi penguatan akan hadirnya rasa aman bagi anak dan perempuan. Penegasan ini dikemukakan Sekreta­ris Dinas Pemberdayaan, Per­lindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta, Marini Sri Indarwati. Dia mengatakan ini dalam seminar “Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak,” Senin (8/12).

“Tokoh agama dan komunitas keagamaan memiliki kekuatan untuk memperkuat upaya pencegahan dan menciptakan ­ruang aman bagi perempuan dan anak,” ujarnya. Mereka memiliki kekuatan besar untuk membentuk cara pandang masyarakat dari mimbar ke mimbar, dari ruang doa ke ruang keluarga. “Pesan-pesan mo­ral yang disampaikan semoga mampu mengubah perilaku dan menumbuhkan kepedulian,” jelas Marini.

Menurutnya, tokoh aga­ma mempunyai peran mem­berikan pemahaman terkait ajar­an nilai-nilai agama yang mendorong perlindungan terhadap perempuan dan anak, kepada masyarakat.

Di sisi lain, kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan sekadar isu individual melainkan persoal­an struktural yang membutuhkan kerja bersama untuk mengatasinya.

Maka, Pemerintah Pro­vinsi berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk tokoh agama untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan.

“Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Dukung­an semua pihak termasuk dari para tokoh agama, komunitas ibadah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membangun budaya aman, saling menghormati, dan bebas kekerasan,” jelas Marini.

Pemprov Jakarta juga terus memperkuat ekosistem perlindungan melalui penyediaan layanan pusat perlindungan perempuan dan anak, fasilitas kese­hat­an, serta rumah aman bagi perempuan dan anak orang kekerasan. Selain itu, dia juga menyediakan edukasi dan kampanye publik. Kemudian, sinergi lintas sektor dan lembaga pendidikan. Perlu kerja sama dunia ­usaha, lembaga masyarakat, lembaga agama, dan media massa. Perlu juga penguatan layanan seluruh kota dan kabupaten.

Adapun angka pela­por­­an kekerasan masih me­nunjukkan bahwa ba­nyak pe­rempuan dan anak menghadapi ancaman di ruang publik, tempat kerja, dan bah­kan di dalam rumah. Data Pusat Perlindung­an Perempuan dan Anak Pro­vinsi Jakarta periode Januari hingga 5 Desember menunjukkan jumlah kasus yang ditangani mencapai 2.117.

Dari data tersebut, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 976 kasus atau 46,1 persen. Sedangkan jumlah kasus anak sebanyak 1.141 kasus atau 53,9 persen. “Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan besar kita semua. Setiap kasus bukan hanya angka, tetapi mencerminkan luka, ketidakadilan, dan hilangnya rasa aman warga,” tandas Marini.

Rasa Kemanusiaan

Sementara itu, Pemkot Jakarta Selatan minta para anggota Palang Merah Remaja (PMR) mampu menanamkan rasa sosial dan kemanusiaan bagi sesama anak muda. “Gali terus pengetahuan yang dapat menyentuh dan mempertahankan rasa sosial kemanusiaan,” kata Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, saat melantik 3.930 anggota PMR Jakarta Selatan.

Menurutnya, PMR yang sudah dilantik telah memiliki bekal pengetahuan yang dapat dipergunakan untuk menolong diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Menurutnya, keikhlasan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas kemanusiaan itu datang tidak secara tiba-tiba. Dia membutuhkan penguatan jiwa sosial melalui berbagai factor. Salah satunya melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan lembaga formal seperti sekolah maupun organisasi seperti PMI. wid/Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.