Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sinyal Darurat S.O.S Hutanabolon, Tolong Selamatkan Kami !!!

📅 Selasa, 09 Des 2025, 19:27 WIB | Oleh:

Tatapan matanya sayup. Ia seolah masih mencoba merekam kembali posisi lemari, meja makan, tempat tidur anak-anaknya semua yang kini sudah tidak ada. Setiap kali diajak bicara, ia menjawab perlahan, kemudian kembali terdiam, seakan pikirannya ditarik kembali ke momen ketika rumah sederhana itu terakhir kali ia lihat dalam keadaan utuh.

Kerusakan di Hutanabolon bukan hanya pada rumah. Sawah dan kebun yang menjadi sumber ekonomi warga juga hilang tersapu. Asidin Sitompul, petani kakao dan durian, menatap bukit tempat empat hektare kebunnya berada. Jaraknya tidak jauh, tetapi jalur yang menghubungkan ke kebun itu sudah hilang sama sekali.

20251209192242_1000008079.jpeg

Warga membersihkan barang genangan air yang mengalir pada ruas jalan dan persawahan yang sudah seperti sungai di Lingkungan IV, Kelurahan Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah Sumatera Utara, Minggu (7/12). Antara/M Riezko Bima Elko Prasetyo

“Semua hilang. Kalau pun sampai ke kebun, tidak ada yang bisa dibawa turun,” katanya pelan. Buah-buah yang sudah matang terpaksa dibiarkan membusuk. Bagi petani seperti Asidin, kehilangan kebun bukan sekadar hilangnya panen, tetapi musnahnya satu-satunya sumber hidup yang mereka bangun selama puluhan tahun.

Puluhan petani lain mengalami nasib yang sama. Ribuan hektare sawah yang biasanya menjadi tumpuan pangan desa sepanjang tahun, kini tertutup lumpur tebal, batang kayu besar, dan batu sebesar pelukan empat-lima orang dewasa.

Tanpa alat berat, tidak ada yang dapat dilakukan warga. Namun alat berat yang dikerahkan pemerintah hingga hari ini masih belum bisa menembus jalur yang tersumbat tumpukan material.

Meski berada dalam situasi paling sulit, solidaritas warga tumbuh tanpa perlu diperintah. Rumah Margembira Gultom, yang kebetulan berada di dataran lebih tinggi, menjadi tempat perlindungan bagi sekitar 30 kepala keluarga. Ruang tamu hingga dapur penuh dengan tikar, bantal, dan pakaian darurat.

Pakaian bersih yang ia miliki telah ia bagikan semuanya. Bahkan pakaian yang sedang dijemur pun ia serahkan ketika melihat tetangganya kedinginan tanpa sehelai baju kering. Ketika bantuan makanan belum tiba dalam 3-4 hari pertama, ia rela menyembelih babi dan lembu miliknya untuk dimakan bersama.

“Tidak ada lauk waktu itu. Hanya nasi putih tersisa. Jadi apa pun yang ada, kita masak ramai-ramai. Yang penting semua makan,” ujarnya, tanpa sedikit pun ragu.

Di pos pengungsian lainnya, kehidupan perlahan membentuk rutinitas baru. Anak-anak bermain bola di antara tenda, mandi di genangan banjir. Para ibu menjemur pakaian di tali seadanya di pinggir-pinggir jalan.

Sementara kaum lelaki sibuk memindahkan barang bantuan yang datang silih berganti, meski jumlahnya belum memadai. Sementara itu, petugas dan relawan kesehatan melakukan pemeriksaan seadanya bagi warga yang mulai mengeluh demam akibat cuaca dingin pegunungan.

20251209192436_1000008128.jpeg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.