Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sinyal Darurat S.O.S Hutanabolon, Tolong Selamatkan Kami !!!

📅 Selasa, 09 Des 2025, 19:27 WIB | Oleh:

Warga berkumpul ditengah gelap malam pengungsian darurat sembari memilih pakaian bantuan di Lingkungan IV, Kelurahan Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah Sumatera Utara, Minggu (7/12). Antara/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Hingga hari ke-13 ini, jumlah korban jiwa masih terus diperbarui. Di Hutanabolon, 10 warga telah ditemukan meninggal dunia dan 15 lainnya masih hilang, bahkan belum bisa dilakukan pencarian, apalagi di Lingkungan IV Hutanabolon ini yang serupa latar film bertema perang, hancur.

Data ini menjadi bagian dari total 110 orang meninggal dan 93 orang hilang di seluruh Tapanuli Tengah.

Video banjir bandang yang viral menunjukkan gelombang air besar membawa balok kayu berukuran raksasa, entah dari mana datangnya, menghantam rumah warga, itu bukan sekadar tontonan penghibur waktu penat kita, tetapi itu adalah gambaran nyata betapa kuat arus yang menghancurkan hampir 200 bangunan rumah tempat usaha di desa ini, bahkan tak sedikit segala jenis kendaraan hanyut entah kemana.

Di wilayah hilir pun demikian banyak rumah terendam lumpur yang menumpuk nyaris hingga atap. Pemandangan itu dapat ditemui sepanjang perjalanan sekitar 10 kilometer dari wilayah Humala Tambunan Sigotom sampai titik keluar di simpang empat Kecamatan Tukka.

Jalan utama tertutup oleh tumpukan kayu, lumpur, dan batu setinggi orang dewasa. Upaya pembersihan manual tidak mungkin dilakukan. Alat berat pun kesulitan bekerja karena banjir dan longsor susulan terus terjadi setiap kali hujan sore mengguyur.

20251209192531_1000008076.jpeg

Batu sebesar enam meter lebih dan tumpukan balok-balok kayu yang terbawa banjir bandang menghancurkan rumah beserta fasilitas umum di Lingkungan IV, Kelurahan Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah Sumatera Utara, Minggu (7/12). Antara/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Menjelang malam, ketika sinar terakhir Matahari tenggelam di balik bukit dan langkah warga mulai melambat, Hutanabolon kembali larut dalam senyap.

Listrik padam hingga nyaris tak ada cahaya lampu rumah, hanya bayang terpal tenda yang bergerak pelan diterpa angin dingin pegunungan. Pada saat-saat seperti itu, seruan darurat dari kampung ini terasa paling nyata, bukan lewat suara, tetapi melalui cara mereka bertahan.

Bukan sekadar teriakan minta tolong; mereka masih menunggu kepastian bahwa kampung yang mereka cintai tidak ditinggalkan begitu saja.

Mereka pun mungkin tidak lagi memiliki jalan, kebun, atau dinding rumah untuk berlindung, tetapi masih memegang keyakinan bahwa pertolongan akan datang, dan tidak boleh ada warga yang dibiarkan sendirian dalam penderitaan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
bni
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival
Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Peni...
Advertisement
gaia musik festival
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.