Kemenperin Pacu Penguatan SDM Industri Berbasis Teknologi, BPSDMI: ATK Yogyakarta Jadi Pusat Keunggulan Kulit di Asia Tenggara
📅 Senin, 08 Des 2025, 14:42 WIB | Oleh: Tim RedaksiBPSDMI juga bekerja sama dengan BP2MI dalam menyiapkan pekerja migran Indonesia yang kompeten untuk pasar global. Program pelatihan difasilitasi di balai pelatihan milik Kemenperin.
“Contoh diantaranya program pelatihan 200 welder yang disiapkan untuk bekerja di Slovakia dengan potensi penghasilan hingga Rp90 juta per bulan. Tapi kita tekankan agar uangnya tidak dihabiskan, disisihkan untuk modal usaha ketika kembali ke Indonesia,” ujar Doddy.
Ia menilai, pekerja migran terampil harus menjadi motor pembentuk wirausaha industri ketika kembali ke tanah air.
Kelas Industri untuk Penyediaan Tenaga Kerja Spesifik
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam mendukung kebutuhan industri, BPSDMI mengembangkan kelas-kelas industri dengan pendekatan permintaan (demand driven). Program tersebut telah berjalan di bidang baja, petrokimia, hingga penyediaan tenaga kerja untuk pabrik baru di Papua.
“Jika industri butuh tenaga kerja spesifik, kita siapkan sejak sekarang. ATK pun harus mampu memetakan kebutuhan industri kulit dan persepatuan, agar kapasitas program relevan dan tepat sasaran,” paparnya.
Harus Kompeten dan Adaptif
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tengah perubahan teknologi, Doddy menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen dan tenaga pendidik.“Dosen harus magang di industri, mengikuti perkembangan. Jangan takut orang lain lebih pintar. Kalau SDM hebat, institusi yang untung,” tegasnya.
Doddy menegaskan bahwa pendidikan vokasi Kemenperin didesain untuk menjawab kebutuhan struktural industrialisasi nasional. “Vokasi itu backbone industri. Lulusannya harus berkualitas, bermanfaat, dan dirasakan industri. Kita harus terus belajar, memanfaatkan teknologi, termasuk AI, untuk meningkatkan keunggulan nasional.”
Sebagai gambaran BPSDMI Kemenperin bertugas menyelenggarakan pengembangan SDM industri melalui pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan pemagangan. BPSDMI mengelola 11 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, 7 Balai Diklat Industri, 9 SMK.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!