Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indramayu Terendam Banjir Rob Tiap Hari, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: “Relokasi Warga Solusi Paling Cepat!”

📅 Senin, 08 Des 2025, 19:02 WIB | Oleh:
Indramayu Terendam Banjir Rob Tiap Hari, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: “Relokasi Warga Solusi Paling Cepat!” Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Kondisi banjir rob di Desa Eretan Wetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

MAJALENGKA - Banjir rob yang hampir setiap hari merendam pesisir Indramayu membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengambil langkah cepat. 

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penanganan akan difokuskan pada penataan daerah aliran sungai serta relokasi warga di kawasan paling terdampak agar genangan tidak terus berulang.

Ia mengatakan, banjir rob di wilayah pesisir, pada dasarnya dipicu oleh kenaikan muka air laut, sehingga penanganan harus dilakukan melalui pembenahan sungai, melaksanakan normalisasi serta penataan permukiman.

“Banjir yang di Indramayu itu sederhana, yang pertama adalah daerah aliran sungainya harus dibenahi,” katanya.

Menurut dia, kawasan permukiman yang setiap hari terendam juga perlu direlokasi, terutama yang berada di titik paling dekat dengan garis laut serta selalu menjadi langganan genangan.

“Kedua, rumah-rumah yang langganan rob lebih baik direlokasi. Kalau laut tidak bisa dicegah, airnya makin naik dan akan terus masuk ke wilayah Eretan,” katanya.

Pihaknya telah meminta Pemerintah Kabupaten Indramayu, untuk segera menindaklanjuti proses relokasi tersebut.

“Kemarin sudah 200 orang minta direlokasi. Saya sudah sanggup 200 orang direlokasi. Nggak ada yang sulit di Jawa Barat, semuanya mudah,” katanya.

Sementara itu, banjir rob kembali merendam kawasan pesisir Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, pada Jumat (5/12).

Sumarni (48), warga Desa Eretan Wetan, mengatakan wilayah tersebut hampir tidak pernah kering karena terendam banjir rob hampir setiap hari.

Ia menuturkan, warga yang ingin membeli kebutuhan pokok harus menggunakan perahu, karena ketinggian air dapat mencapai sepinggang orang dewasa sehingga menyulitkan aktivitas warga.

“Kalau surut sebentar, air datang lagi. Tidak pernah benar-benar kering,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.