Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLN EPI Gandeng Swasta Lokal Olah Limbah Sekam Padi jadi Biomassa untuk PLTU Indramayu

📅 Senin, 25 Mei 2026, 19:46 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PLN EPI Gandeng Swasta Lokal Olah Limbah Sekam Padi jadi Biomassa untuk PLTU Indramayu Doc: istimewa
Ket. PT. PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi menjalin kerja sama jual beli biomassa pellet sekam padi dengan PT Bumi Wiralodra Indramayu (BWI). Kerja sama ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan cofiring pada PT PLN Nusantara Power UP PLTU Indramayu dan ditandatangani di Jakarta

JAKARTA- PT. PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi menjalin kerja sama jual beli biomassa pellet sekam padi dengan PT Bumi Wiralodra Indramayu (BWI). Kerja sama ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan cofiring pada PT PLN Nusantara Power UP PLTU Indramayu dan ditandatangani di Jakarta.

Inisiatif ini merupakan bagian dari langkah Subholding dari PLN itu untuk memperkuat ekosistem bioenergi nasional sekaligus mendukung agenda transisi energi dan target Net Zero Emission (NZE). Dalam perjanjian tersebut, PLN EPI berperan mewakili PT PLN Nusantara Power sebagai pengguna akhir biomassa di pembangkit.

Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan biomassa dari limbah pertanian di wilayah produksi.

“Ini adalah hasil kerja sama dengan mitra. Kami berharap PT BWI dapat terus menjadi mitra strategis. Kolaborasi perlu terus diperkuat dan kualitas ditingkatkan karena masih ada sejumlah hal yang harus dibenahi,” ujar Hokkop, Senin (25/5).

Ia menilai kapasitas dan performa produksi biomassa berbahan dasar sekam padi masih dapat ditingkatkan lebih lanjut. Menurutnya, target produksi sebesar 3.200 hingga 3.300 ton per bulan merupakan capaian yang realistis.

“Mencapai angka 3.200 sampai 3.300 ton sebenarnya sangat memungkinkan. Yang diperlukan adalah penyesuaian teknis pada sisi produksi dan operasional,” jelasnya.

Hokkop menekankan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada kontrak awal, melainkan berlanjut dengan peningkatan volume pasokan secara bertahap.

“Jika terjadi amendemen berupa penambahan volume, itu berarti kerja sama masuk ke tahap akselerasi. Volume yang meningkat menunjukkan kapasitas dan kerja sama yang juga berkembang,” katanya.

Ia juga mengapresiasi upaya PT BWI dalam mengolah sekam padi menjadi biomassa yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Hokkop menambahkan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman sebelumnya antara PLN EPI dan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait pengembangan biomassa dan ekonomi sirkular. Indramayu sebagai salah satu lumbung padi nasional memiliki potensi limbah sekam yang besar untuk diolah menjadi pellet biomassa berkualitas.

Tiga unit mesin

Direktur Utama PT BWI Robani Hendra Permana menyatakan pihaknya berkomitmen mengembangkan bisnis biomassa seiring besarnya potensi limbah sekam padi di Indramayu.

“Kami ingin menjadi salah satu pemain utama biomassa di Indonesia. Indramayu memiliki sekitar 127 ribu hektare sawah dengan produksi gabah mencapai 1,6 juta ton per tahun,” ujar Robani.

Dari jumlah tersebut, potensi sekam padi di Indramayu diperkirakan mencapai 300 ribu ton per tahun. Namun tantangan utama, menurutnya, adalah mengumpulkan sekam yang tersebar di 31 kecamatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.