Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Duh! Harga Bawang dan Cabai Melonjak Jelang Akhir Tahun, Cuaca Buruk dan Distribusi Macet Bikin HAP Sekadar Angka

📅 Senin, 08 Des 2025, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Duh! Harga Bawang dan Cabai Melonjak Jelang Akhir Tahun, Cuaca Buruk dan Distribusi Macet Bikin HAP Sekadar Angka Doc: ANTARA/ Indah PS
Ket. Salah pedagang tradisional di Pekanbaru yang menjual cabai merah dan bawang merah.

JAKARTA – Kenaikan harga bawang dan cabai dalam beberapa pekan terakhir terutama dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem dan gangguan distribusi yang mempersempit pasokan di tingkat produsen maupun pasar.

Curah hujan tinggi menghambat proses budidaya, menurunkan kualitas panen, serta meningkatkan risiko gagal panen pada komoditas sensitif seperti cabai dan bawang.

Di sisi hilir, distribusi yang terputus akibat akses jalan terganggu dan meningkatnya biaya logistik membuat suplai tidak mengalir lancar ke sentra konsumsi. Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan antara ketersediaan dan permintaan, sehingga harga mudah melonjak.

Tanpa intervensi berupa stabilisasi distribusi, pemantauan stok, dan mitigasi dampak cuaca di tingkat produksi, volatilitas harga bahan pangan strategis ini berpotensi berulang dan membebani daya beli masyarakat.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan harga bawang merah dan cabai di sejumlah daerah saat ini berada di atas harga acuan pemerintah (HAP).

Namun, ia menegaskan bahwa produksi nasional masih mencukupi, dan kenaikan harga tersebut dipicu oleh faktor cuaca serta distribusi.

“Harga rata-rata nasional bawang merah Rp47.600 (per kilogram), sedang harga acuan Rp41.500. Tapi tadi disampaikan (saat rapat) sebenarnya bawang merah itu surplus,” kata Budi usai Rapat Koordinasi Persiapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/12).

Ia menjelaskan, angka rata-rata nasional tersebut mencerminkan kondisi gabungan berbagai daerah, termasuk wilayah timur seperti Papua yang harga komoditasnya cenderung lebih tinggi sehingga mengangkat rata-rata nasional.

Sementara, untuk cabai merah dan cabai rawit, Budi menegaskan asosiasi produsen menyampaikan tidak ada masalah dari sisi produksi, namun cuaca yang kurang baik membuat aktivitas panen menjadi terkendala.

“Cabai itu tidak kekurangan produksi. Cuma kemarin karena cuacanya tidak bagus, memanennya saja. Memanennya kan tidak bisa setiap saat. Jadi makanya tadi dicari solusinya bagaimana supaya bisa lebih efisien dalam memanennya,” ujarnya.

Menurut dia, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kelancaran distribusi dari sentra produksi ke daerah konsumsi melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan pelaku logistik.

Budi menambahkan, laporan dari beberapa pemerintah daerah yang hadir dalam rakor, termasuk Sumatera Utara, menyebutkan bahwa pasokan barang kebutuhan pokok di luar wilayah yang terdampak bencana masih terkendali.

“Kalau yang di luar bencana, tadi disampaikan pasokan cukup dan terkendali. Yang perlu dijaga jangan sampai distribusinya terlambat,” ucapnya.

Untuk daerah yang terdampak langsung bencana di Sumatera, ia menjelaskan penanganan dilakukan secara khusus melalui jalur bantuan dengan mempertimbangkan kendala infrastruktur jalan yang masih dalam proses pemulihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Edukasi permainan tradision...
Nasional
Wamenkomdigi Ungkap Biaya I...

Peresmian Jakarta Urban Knowledge Hub

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Peresmian Jakarta Urban Kno...

Pelantikan Kepala BGN

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelantikan Kepala BGN

Penerapan pajak UMKM

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Penerapan pajak UMKM
Luar Negeri
Helikopter AH-64 Apache AS ...

Shin Tae-Yong resmi latih Persija Jakarta

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Shin Tae-Yong resmi latih P...
Daerah
Persiapan pengoperasian Pet...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Nama Raffi Ahmad Muncul di Kasus Korupsi Bea Cukai, KPK: Betul!

Nama Raffi Ahmad Muncul di Kasus Korupsi Bea Cukai, KPK: Betul!

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.