Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan WFH Diperpanjang Dua Bulan, Simak Aturan Terbaru Pemerintah

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 13:20 WIB | Oleh:
Kebijakan WFH Diperpanjang Dua Bulan, Simak Aturan Terbaru Pemerintah Doc: Humas Ekon
Ket. Pemerintah memutuskan melanjutkan kebijakan Work From Home (WFH) selama dua bulan ke depan setelah hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap efisiensi aktivitas kerja dan penghematan energi. Keputusan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang juga membahas penyiapan paket stimulus ekonomi untuk triwulan II dan semester II tahun 2026.

JAKARTA - Pemerintah memutuskan melanjutkan kebijakan Work From Home (WFH) selama dua bulan ke depan setelah hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap efisiensi aktivitas kerja dan penghematan energi. Keputusan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang juga membahas penyiapan paket stimulus ekonomi untuk triwulan II dan semester II tahun 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, evaluasi pelaksanaan WFH selama dua bulan terakhir menunjukkan hasil yang cukup baik. Salah satu indikatornya adalah penurunan konsumsi bahan bakar jenis Pertalite yang tercatat mencapai 9 persen pada April 2026.

"Tadi kita evaluasi terkait WFH (Work From Home), dalam dua bulan dan berlihat hasilnya cukup baik, dimana juga terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April hingga 9 persen, jadi hasilnya cukup baik, dan oleh karena itu tadi diputuskan untuk dilanjutkan dua bulan ke depan," ujar Airlangga Hartarto.

Pemerintah akan menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui kementerian dan lembaga terkait, termasuk mendorong implementasi di sektor swasta. Selain itu, evaluasi juga mencakup penyesuaian prioritas dan refocusing anggaran sebagai bagian dari transformasi budaya kerja yang lebih adaptif dan efisien.

Dalam rapat yang sama, pemerintah turut menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi untuk mendukung pertumbuhan pada semester II tahun 2026. Beberapa program yang disiapkan antara lain insentif perpajakan bagi penulis, diskon transportasi pada masa liburan sekolah dan Natal-Tahun Baru, serta penguatan program magang dan vokasi nasional.

"Terkait dengan perpajakan bagi penulis, tadi kita sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak, untuk penulis diberikan PPh Final (Royalti) sebesar 1,5 persen," jelas Airlangga Hartarto.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif transportasi untuk mendorong mobilitas masyarakat selama musim liburan. Pada periode liburan sekolah, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp190,5 miliar untuk diskon tiket kereta api, angkutan laut PT Pelni, dan layanan penyeberangan ASDP dengan target penerima manfaat lebih dari tiga juta orang.

Sementara itu, pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp161,4 miliar untuk program serupa dengan target hampir 2,9 juta penerima manfaat. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif transportasi udara berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen bagi tiket pesawat domestik kelas ekonomi serta tambahan diskon airport tax guna meningkatkan daya beli masyarakat.

Program peningkatan kualitas tenaga kerja juga menjadi fokus pemerintah pada semester II tahun 2026. Pemerintah akan melanjutkan Program Magang Nasional mulai Juli 2026 dengan target 150.000 peserta dan dukungan anggaran Rp4,14 triliun, serta menyiapkan program vokasi nasional bagi 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja terdampak PHK dengan estimasi anggaran Rp2,12 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.