Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tertinggal Jauh! LPS Soroti Lemahnya Penetrasi Asuransi Indonesia di Kawasan

📅 Minggu, 07 Des 2025, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tertinggal Jauh! LPS Soroti Lemahnya Penetrasi Asuransi Indonesia di Kawasan Doc: Antara.
Ket. Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di Jakarta.

KABUPATEN BANDUNG – Penetrasi asuransi di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara kawasan, mencerminkan tantangan struktural yang belum terselesaikan.

Rendahnya literasi keuangan membuat sebagian besar masyarakat belum melihat proteksi sebagai kebutuhan dasar, melainkan pengeluaran tambahan yang bisa ditunda.

Di sisi lain, keterbatasan produk yang benar-benar sederhana dan mudah dipahami, ditambah pengalaman buruk terkait klaim di masa lalu, memperkuat keragu-raguan publik.

Dari perspektif industri, kapasitas distribusi yang belum merata serta ketergantungan pada agen konvensional menyebabkan biaya akuisisi tinggi dan jangkauan pasar terbatas.

Sementara regulasi yang semakin ketat untuk memperkuat tata kelola justru menuntut adaptasi lebih cepat dari pelaku industri.

Akibatnya, pertumbuhan asuransi belum sejalan dengan kebutuhan proteksi masyarakat yang meningkat seiring kompleksitas risiko.

Tanpa terobosan pada edukasi, transparansi produk, dan digitalisasi layanan, gap penetrasi ini sulit ditutup dalam jangka menengah.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan tingkat penetrasi (penetration rate) industri asuransi di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara di kawasan ASEAN.

Direktur Eksekutif Surveilans, Data, dan Pemeriksaan Asuransi LPS Suwandi mengatakan tingkat penetrasi industri asuransi Indonesia masih berada di bawah Filipina, Malaysia, Thailand, serta Singapura.

"Yang paling tinggi Singapura 7,40 persen, negara-negara maju itu kalau umumnya antara 9 persen sampai 10 persen untuk penetration rate secara komprehensif, yang secara keseluruhan," ujar Suwandi dalam acara Literasi Menabung dan Berasuransi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (7/12).

Ia menjelaskan penetrasi industri asuransi Indonesia tercatat hanya sebesar 1,40 persen per akhir 2024, atau relatif tidak banyak berubah bahkan sejak sebelum krisis keuangan Asia melanda.

Sementara itu, di Filipina mencapai 1,80 persen, Malaysia 3,80 persen, Thailand 5,10 persen dan Singapura 7,40 persen pada akhir 2024, dengan negara-negara maju umumnya berada di level 9-10 persen.

Suwandi menjelaskan, beberapa variabel yang menjadi penghambat tingkat penetrasi industri asuransi di Indonesia, yaitu maraknya sejumlah kasus- kasus yang mendera perusahaan asuransi, yang berujung menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan asuransi industri asuransi secara keseluruhan.

“Kasus-kasus yang melibatkan perusahaan asuransi memang cukup menekan penetrasi industri asuransi. Sejak 2016 hingga 2025, sudah ada 19 perusahaan asuransi yang dicabut izin usahanya oleh OJK,” ujar Suwandi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wisatawan Mancanegara Ikut Berbelanja ke Pasar Tanah Abang

16 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...
Luar Negeri
Kedubes Desak Warga AS Ting...

UE Serukan Pembahasan Krisis Migran di Ceuta

46 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
UE Serukan Pembahasan Krisi...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.