Salmiati Pahlawan Kucing di Tengah Terjangan Banjir Bandang
📅 Minggu, 07 Des 2025, 20:36 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
KOTA PADANG, SUMATERA BARAT - Sedari awal, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dikepung banjir bandang dan tanah longsor pada Kamis (27/12), semua pihak tertuju pada penyelamatan serta evakuasi warga. Tidak banyak yang peduli terhadap binatang yang sejatinya juga menjadi korban dari bencana hidrometeorologi tersebut.
Salmiati, warga Kampung Teleng, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, menunjukkan sisi yang berbeda. Ia rela mengelilingi sudut-sudut kota hanya untuk mencari dan menemukan kucing yang turut terseret banjir bandang dan tanah longsor.
Hampir semua kucing yang ditemukan Salmiati berada dalam kondisi sakit, cedera, bahkan ada di antaranya yang mengidap tumor. Dengan penuh kasih sayang, binatang-binatang malang itu ia selamatkan, layaknya menolong manusia.
Selama bencana menimpa Kota Padang, ibu dua anak ini sudah mengevakuasi sekitar 30 ekor kucing yang telantar akibat tersapu banjir. Kucing-kucing itu ia temukan di pinggir jalan, rumah terdampak banjir, dan tanah longsor, hingga di tempat pembuangan sampah.
Puluhan kucing tak bertuan itu ia bawa ke sebuah selter penampungan di daerah Kampung Teleng, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan. Tempat penampungan ini memang agak terpencil dan terbilang cukup jauh dari pusat keramaian kota. Lokasi persisnya berada pada ujung sebuah kompleks permukiman dengan jalan berbatu-batu. Bahkan, rumah terdekat warga dari selter berkisar hingga sekitar 10 meter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada alasan tersendiri bagi Salmiati dan suami dalam memilih lokasi tersebut. Salah satu faktor utamanya ialah pertimbangan kenyamanan warga sekitar. Sebab, di tempat sebelumnya, ia sempat diusir warga karena merasa terganggu dengan aktivitasnya yang memelihara, merawat, dan menampung ratusan kucing, hingga anjing telantar.
Salmiati sadar betul bahwa perbuatan baik tidak selalu akan disambut orang sekitar. Karenanya, ia memilih pindah dan mencari tempat yang lumayan jauh dari keramaian.
Di lokasi penampungan, dengan tampilan luar seperti gudang itu, terdapat sekitar 130 ekor kucing, dua anak anjing dan satu ekor anjing dewasa. Hewan-hewan itu tidak akan langsung bisa ditemukan kala membuka pintu utama selter, melainkan pada pintu selanjutnya.
Tumpukan karung-karung berisi makanan kucing menjadi pemandangan pertama yang tampak, ketika memasuki lokasi penampungan berukuran sekitar 5 x 25 meter itu. Penampungan itu terlihat bersih, namun tetap dipenuhi dengan aroma menyengat, khas kucing.
Ratusan binatang itu ditempatkan di tiga ruangan berbeda yang dibatasi sekat-sekat berpintu. Ruangan pertama dipenuhi oleh kucing-kucing sehat yang dilepaskan begitu saja. Namun terdapat beberapa di antaranya masih menempati kandang besi pertanda mereka merupakan penghuni baru yang masih butuh waktu untuk beradaptasi.
Ruangan selanjutnya ialah penangkaran bagi kucing-kucing yang hampir sembuh dari berbagai penyakit yang sempat dideritanya. Sementara kucing dengan kondisi kesehatan lebih parah, baik itu karena mengidap tumor, penyakit kulit, dan lainnya, ditempatkan paling belakang pada satu ruangan khusus.
Salmiati mengatakan perjuangannya menyelamatkan kucing-kucing telantar sudah ia lakukan sejak 2009. Semenjak itu hingga kini, setidaknya ia telah mengevakuasi sekitar 1.000 ekor kucing dan anjing. Sebagian besar di antaranya diadopsi oleh sosok-sosok yang peduli, sementara lainnya juga ada yang mati karena sakit. Selain di Kota Padang, perempuan yang sehari-hari juga berjualan kue dan sarapan itu turut mengamankan kucing di daerah Kota Payakumbuh dan Solok.
Kisahnya bermula, ketika ia masih bekerja sebagai kurir di sebuah perusahaan ekspedisi. Pada satu waktu, Salmiati mengantarkan paket dan melintasi tempat pembuangan sampah, tanpa sengaja ia melihat seekor kucing yang mengeong, seolah meminta pertolongannya.
Mulanya, tangisan kucing itu tak ia hiraukan, dengan tetap melaju menggunakan sepeda motor yang ia kendarai. Dalam perjalanan, hatinya goyah. Ia terus dihantui suara kucing yang seolah meminta bantuan itu. Sepeda motor yang semula melaju cukup kencang, tiba-tiba ia hentikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!