Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Ungkap Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' Tidak Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 15:10 WIB | Oleh:
BPS Ungkap Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' Tidak Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Doc: Antara/BPS
Ket. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merespons, fenomena rombongan jarang beli (Rojali) dan rombongan hanya nanya (Rohana). Menurutnya, fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' ini tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025.

“Ada seperti pergeseran pola belanja masyarakat kita, mereka datang ke mall untuk refreshing, hangout, atau makan dan ngopi. Kemudian, lihat-lihat, tapi belanja sepatu, bajunya di marketplace (online)," kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, Rabu (6/8).

Ia menjelaskan, hal tersebut tercermin dari belanja masyarakat yang masih memberikan sumbangsih besar pertumbuhan ekonomi Kuartal ke II. "Hal ini berdasarkan data dari asosiasi marketplace, transaksi online dari e-retail dan marketplace tumbuh sebesar 7,55 persen secara QtQ,” ucap dia.

Artinya, kata Amalia, tidak terlihat adanya penurunan daya beli masyarakat. Terkait, berbagai isu tentang kalangan adanya fenomena Rojali dan Rohana.

“Bahkan tidak ada dampaknya. Terhadap potensi penurunan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ke II 2025,” ujar dia.

Data BPS, katanya, menunjukan peningkatan konsumsi rumah tangga yang berhasil menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia ke 5,12 persen YoY. Pada kuartal II 2025, Amalia mengatakan, pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran, konsumsi rumah tangga menyumbang 2,64 persen. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Macet Parah, Ketapang-Banyu...
Daerah
Lewat Produk Kopi, Pemprov ...
Ekonomi
Neraca dagang RI surplus 3,...

Baku Tembak Dua Badan Intelijen Ukraina: Tiga Luka, Zelenskyy Murka

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Baku Tembak Dua Badan Intel...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.