Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Terangkat. Industri Mebel Indonesia Serap Lebih dari 2,1 Juta Pekerja

📅 Jumat, 05 Des 2025, 10:40 WIB | Oleh:
UMKM Terangkat. Industri Mebel Indonesia Serap Lebih dari 2,1 Juta Pekerja Doc: Antara Foto
Ket. Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur.

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendorong pemerintah agar memperkuat proteksi pasar domestik, pembentukan fasilitas sistem ketelusuran (traceability), serta memperkuat brandingMade in Indonesia guna memajukan industri mebel di tanah air.

‎Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur dalam pernyataan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, menyampaikan hal itu dibutuhkan mengingat sektor ini menyerap lebih dari 2,1 juta tenaga kerja, sekaligus menopang jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

‎“Kami hanya meminta kesempatan yang sama untuk bersaing di pasar global yang tidak lagi fair,” ujar Sobur

‎Ia menyampaikan pemberlakuan regulasi hijau internasional seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR), merupakan suatu hal yang harus dihadapi industri domestik. Namun, pihaknya tak ingin jika beban kepatuhan regulasi tersebut diberikan secara sama rata tanpa diferensiasi, khususnya kepada UMKM.

‎Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah menyediakan fasilitas sistem traceability dan dokumentasi tunggal yang setara dengan Forest Stewardship Council, memberikan pembiayaan, pendampingan sertifikasi, serta melakukan harmonisasi aturan kayu agar tidak terjadi duplikasi birokrasi.

‎Selain itu, industri mebel nasional juga menghadapi tekanan dari serbuan produk asing yang tak hanya masif, namun juga masuk dengan harga murah.

‎“Jika kita tidak bergerak cepat, buyer global akan meninggalkan Indonesia bukan karena kualitas kita tidak baik, tetapi karena tidak kompetitif,” kata Sobur.

‎HIMKI, kata dia lagi, mendorong pemerintah untuk memberikan tarif ekspor preferensial ke pasar utama, serta memperketat penegakan aturan antidumping terhadap produk impor yang dinilai masuk secara tidak adil.

‎Meski menghadapi berbagai tantangan, pihaknya tetap optimistis terhadap masa depan industri mebel dan kerajinan Indonesia. Menurut Sobur, keunggulan Indonesia terletak pada kekuatan kreativitas berbasis budaya yang tidak dapat ditiru negara lain.

‎“Desain dan kerajinan adalah DNA bangsa ini. Kita punya cerita, identitas, dan jiwa yang sudah diakui dunia,” ujarnya pula.

‎Untuk memperkuat posisi tersebut, HIMKI mendorong pembentukan Center of Design Excellence untuk ekspor kreatif, penguatan branding Made in Indonesia, serta kolaborasi berkelanjutan antara desainer dan industri di setiap daerah.

‎Ia juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem logistik nasional sebagai senjata daya saing. Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati misalnya, dinilai harus dioptimalkan sebagai pintu ekspor strategis guna menekan biaya logistik yang selama ini masih tinggi.

‎Langkah yang didorong antara lain penambahan layanan ekspor-impor di Patimban, penguatan konektivitas multimoda yang terintegrasi, serta pemberian insentif bagi eksportir yang memanfaatkan hub logistik nasional.

‎Menurut dia, kebijakan yang berpihak pada industri dan ekspor, peningkatan daya saing melalui teknologi, talenta dan desain, serta percepatan ekspansi pasar global dan konsolidasi distribusi, bisa memacu ekspor industri mebel kerajinan dalam negeri hingga 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.