Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Tunggu Kejelasan Kebijakan The Fed Pekan Depan, IHSG Ditutup Melemah

📅 Jumat, 05 Des 2025, 17:23 WIB | Oleh:
Pasar Tunggu Kejelasan Kebijakan The Fed Pekan Depan, IHSG Ditutup Melemah Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi penutupan IHSG

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/12) sore ditutup melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap kebijakan suku bunga acuan The Fed pada pekan depan.

IHSG ditutup melemah 7,44 poin atau 0,09 persen ke posisi 8.632,76. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,47 poin atau 0,76 persen ke posisi 847,27.

"Setelah sempat mencapai level intraday tertinggi baru lagi di 8.689, IHSG mengalami pullback yang antara lain dipicu oleh kondisi jenuh beli ," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, pelaku pasar mengarahkan perhatiannya terhadap pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada 9-10 Desember 2025 pekan depan.

Apabila Indeks Price Consumer Expenditure (PCE) Prices AS yang dirilis Jumat (05/12) malam ini masih relatif dengan harapan pasar, maka potensi penurunan suku bunga 25 bps oleh The Fed akan semakin besar pada pekan depan.

Dari dalam negeri, pada pekan depan, akan dirilis sejumlah data indikator ekonomi, yaitu penjualan sepeda motor bulan November 2025 pada Senin (08/12), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan November 2025 pada Selasa (09/12), serta penjualan ritel bulan Oktober 2025 pada Rabu (10/12).

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 3,85 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 2,88 persen dan 2,70 persen.

Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,62 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen primer yang masing- masing turun 0,51 persen dan 0,34 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PSDN, SDPC, TRON, DOOH dan KETR, Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HUMI, ASPI, GHON, TALF dan ATLA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.557.089 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 48,21 miliar lembar saham senilai Rp20,47 triliun. Sebanyak 362 saham naik 293 saham menurun, dan 146 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 525,42 poin atau 1,03 persen ke 49.316,50, indeks Shanghai menguat 27,01 poin atau 0,70 persen ke 3.902,81, indeks Hang Seng menguat 149,18 poin atau 0,58 persen ke posisi 26.033,26, dan indeks Straits Times melemah 3,78 poin atau 0,08 persen ke 4.531,36.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Putin Sebut Barat Sengaja Bikin 'Tirai Besi'

36 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Putin Sebut Barat Sengaja B...
Luar Negeri
Ethiopia Memanas Lagi, Bant...
Luar Negeri
Russia Tidak Tinggal Jika N...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.