Tiongkok Terbuka ke Pihak Jepang yang Berniat Pulihkan Hubungan
📅 Kamis, 04 Des 2025, 00:50 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: @MFA_Tiongkok
JAKARTA - Pemerintah Tiongkok menyatakan terbuka terhadap kedatangan tokoh atau organisasi dari Jepang yang ingin membantu memperbaiki hubungan kedua negara, di tengah memanasnya situasi akibat pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi mengenai Taiwan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (2/12), mengatakan banyak tokoh berwawasan luas di Jepang yang khawatir atas dampak negatif dan konsekuensi serius dari pernyataan Takaichi.
Ia berharap organisasi-organisasi terkait di Jepang dapat mengambil peran lebih positif.
Pernyataan itu muncul setelah Persatuan Parlemen Persahabatan Jepang-Tiongkok dan KEIDANREN (Federasi Bisnis Jepang) menyampaikan keinginan untuk berkunjung ke Tiongkok dalam waktu dekat.
KEIDANREN sebelumnya telah bertemu Perdana Menteri Li Qiang dan Menteri Perdagangan Wang Wentao pada Januari 2024, dalam kunjungan pertama mereka setelah empat tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok mendesak Jepang melakukan introspeksi dan memperbaiki kesalahan dengan menarik kembali pernyataan keliru Takaichi.
Lin Jian meminta Jepang berhenti melukai perasaan kedua bangsa serta mengambil langkah nyata untuk memenuhi komitmen politiknya kepada Tiongkok dan menciptakan kondisi yang memungkinkan pertukaran normal.
Menurut Lin Jian, pernyataan PM Takaichi mengenai Taiwan secara terang- terangan menentang hasil Perang Dunia II, tatanan internasional pascaperang, dan melanggar Piagam PBB.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan bahwa Tiongkok telah mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB terkait pernyataan tersebut, yang kemudian dibalas oleh Perwakilan Tetap Jepang untuk PBB.
Dalam surat balasan tersebut, Jepang menyebut kebijakan pertahanannya merupakan strategi pasif yang sepenuhnya berorientasi pertahanan dan bahwa ucapan Takaichi mencerminkan sikap tersebut.
Lin Jian menilai surat Jepang itu penuh pandangan keliru.
Ia mempertanyakan apa yang sebenarnya dimaksud dengan “posisi konsisten” Jepang terkait isu Taiwan, karena menurutnya Tokyo tidak pernah memberikan jawaban langsung.
Ia menegaskan kembali bahwa Taiwan adalah wilayah Tiongkok, dan penyelesaian isu itu merupakan urusan internal yang tidak boleh dicampuri pihak mana pun.
Ia juga menyinggung bahwa pernyataan Takaichi yang mengaitkan “situasi yang mengancam kelangsungan hidup” Jepang dengan “kontinjensi Taiwan” menyiratkan potensi penggunaan kekuatan terhadap Tiongkok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!