Jakarta Pamer Daya Saing Ekonomi ASEAN 2026: Investasi Mengalir, Para Pemain Besar Mulai Melirik
📅 Kamis, 04 Des 2025, 14:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui DPMPTSP menggelar JIC Talks “Investment Outlook 2026: Jakarta-ASEAN Cities Dialogue” sebagai forum yang mempertemukan pemimpin bisnis dan pemerintah dari sejumlah negara Asia Tenggara. Acara yang berlangsung di Shangri-La Jakarta pada Selasa (02/12) ini menjadi langkah strategis bagi Jakarta untuk memaparkan potensi ekonomi serta arah iklim investasi tahun 2026.
Wakil Kepala DPMPTSP DKI Jakarta, Muhammad Herizkianto, menegaskan bahwa forum tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi Jakarta dan negara-negara ASEAN. Ia menyebutkan bahwa peluang kerja sama dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina menjadi fokus penting dalam memperkuat kemitraan regional.
"Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi kita untuk memperluas kemitraan bersama para pemangku kepentingan dari kota-kota ASEAN dan mengeksplorasi lebih banyak peluang kolaborasi, khususnya dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina," ujar Herizkianto.
ASEAN tetap mencatat daya tarik investasi tinggi di tengah ketidakpastian global, dengan arus FDI mencapai USD 226 miliar pada 2024. Nilai tersebut meningkat 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi sinyal kuat bahwa kawasan Asia Tenggara tetap kompetitif.
Herizkianto menyampaikan bahwa kekuatan ekonomi ASEAN kini berada pada posisi strategis dengan nilai PDB mencapai USD 4,9 triliun pada 2024. Menurutnya, posisi tersebut menempatkan ASEAN pada urutan kelima PDB terbesar dunia dan ketiga di kawasan Asia, sehingga memperlihatkan kapasitas industrinya yang terus tumbuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan kekuatan ekonomi yang memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) USD 4,9 triliun pada 2024, ASEAN menempati peringkat ke-5 PDB terbesar di dunia dan ke-3 terbesar di Asia, menjadikannya salah satu kawasan ekonomi utama dengan industri yang terus berkembang," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Jakarta kini berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi ASEAN yang didukung oleh kehadiran lebih dari 2.800 perusahaan dari negara-negara Asia Tenggara. Perusahaan-perusahaan tersebut menyumbang hingga 59 persen dari total investasi asing yang masuk dari kawasan ASEAN ke Jakarta.
"Angka-angka ini menegaskan kuatnya hubungan antara Jakarta dan ASEAN, di mana Jakarta diposisikan sebagai hub diplomasi, aktivitas ekonomi, dan pertukaran budaya di kawasan ASEAN," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Herizkianto juga memaparkan bahwa Jakarta sedang mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan yang mencakup reformasi pengelolaan air, sampah, mobilitas, dan infrastruktur. Ia menilai transformasi ini penting agar Jakarta tetap relevan sebagai kota yang tangguh dan ramah investasi.
"Karena itu, kami mengundang para pelaku bisnis ASEAN untuk menjadi bagian dari perjalanan pembangunan ini. Kami menyadari setiap negara ASEAN memiliki kekuatan dan keunggulan masing-masing yang dapat dipadukan untuk mendorong kemajuan bersama," tambahnya.
Kepala UP Jakarta Investment Centre (JIC), Tona Hutauruk, menilai negara-negara ASEAN memiliki keahlian tersendiri yang dapat diperkuat lewat kerja sama dengan Jakarta. Menurutnya, Jakarta merupakan pintu masuk strategis untuk menjangkau pasar Indonesia yang memiliki populasi lebih dari 280 juta jiwa.
"Jakarta menjadi pintu masuk (gateway) kepada lebih dari 280 juta populasi atau konsumen di seluruh Indonesia. Dengan berinvestasi di Jakarta, perusahaan-perusahaan asing juga bisa memperluas pasarnya ke seluruh Indonesia," ucap Tona.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan asing dapat menempatkan kantor pusatnya di Jakarta sekaligus mengembangkan fasilitas produksi atau proyek di berbagai kawasan industri di Indonesia. Langkah ini dinilai mampu menumbuhkan distribusi perusahaan ASEAN dan menggerakkan ekonomi nasional.
"Di satu sisi, tentu ini akan memperluas pertumbuhan distribusi bagi perusahaan asing dari ASEAN. Di sisi lainnya, investasi Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia dapat tumbuh yang tentunya akan menggerakan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat," jelas Tona.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!