Senyum Semringah Penarik Becak Lansia, Letih Kayuhmu Tergantikan Listrik
📅 Selasa, 02 Des 2025, 18:31 WIB | Oleh: OpikDengan becak elektrik itu, dia tetap bisa mengantarkan penumpang sampai tujuan, walaupun dalam kondisi capek. Mungid mengharapkan semuanya dapat berjalan lancar.
Penerima bantuan lainnya, Sugeng Riyanto (55) mengaku sehari-harinya mengayuh becak di wilayah perkotaan Purwokerto, meskipun dia tinggal di Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Banyumas.
Meskipun tenaganya tak sekuat dulu, dia mengatakan kondisi ekonomi memaksanya bertahan. “Orang kecil itu susah, tapi hidup harus jalan,” katanya.
Menurut dia, pendapatannya sebagai pengemudi becak tidaklah menentu karena rata-rata hanya berkisar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per hari. Bahkan, kadang hanya Rp15 ribu hingga Rp20 ribu sehari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penghasilan dari becak itu digunakan untuk menafkahi empat cucunya, karena anak-anak Sugeng telah meninggal dunia. Menurut dia, paling tidak penghasilannya sebesar Rp40 ribu per hari agar kebutuhan makan bisa terpenuhi.
Beberapa kali ia harus memilih antara bekerja, meski tubuh tak kuat, atau beristirahat, tetapi kehilangan pendapatan.
Oleh karena itu, baginya, program bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan, tapi penyelamat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan becak listrik, ia merasa peluang hidup lebih baik mulai terbuka kembali.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengaku tidak menyangka jumlah bantuan yang datang jauh lebih besar dari yang diajukan.
Pemkab Banyumas mengajukan permohonan lewat Badan Pengentasan Kemiskinan, 188 unit, tapi dari Yayasan GSN tiba-tiba dikirim 280.
Jumlah bantuan yang bertambah secara mendadak itu membuat pemerintah daerah harus bergerak cepat mendata para penarik becak sesuai kriteria, khususnya usia. Dalam hal ini, usia penerima bantuan becak listrik minimal 55 tahun.
Bupati mengatakan 280 becak listrik itu didistribusikan untuk pengemudi becak di wilayah Purwokerto sebanyak 100 unit, Kecamatan Banyumas 100 unit, dan Kecamatan Sokaraja 80 unit.
Tidak hanya becak, bantuan lain ikut disalurkan oleh Yayasan GSN berupa 21 unit kacamata akal imitasi (AI), tablet pintar untuk enam sekolah dasar di daerah yang tidak terjangkau jaringan internet, dan paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!