Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Senyum Semringah Penarik Becak Lansia, Letih Kayuhmu Tergantikan Listrik

📅 Selasa, 02 Des 2025, 18:31 WIB | Oleh:
Senyum Semringah Penarik Becak Lansia, Letih Kayuhmu Tergantikan Listrik Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Sugeng Riyanto (kiri) berbincang dengan Abdul Mungid sembari membaca buku petunjuk penggunaan becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto yang baru mereka terima di halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (2/12).

PURWOKERTO, JAWA TENGAH - Raut letih Abdul Mungid perlahan berubah menjadi senyum lega, ketika kedua tangannya menggenggam kemudi becak listrik baru yang ia terima. Kendaraan itu memberi napas segar bagi lelaki sepuh yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup pada kayuhan.

Di halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Mungid bersama ratusan pengemudi becak duduk berjejer dengan wajah bahagia yang sulit disembunyikan. 

Ada yang memandangi becak listrik itu sambil tersenyum, ada yang sesekali menyeka mata, dan ada pula yang tak henti-hentinya meraba bodi kendaraan baru yang akan menjadi penopang hidup mereka.

Bantuan sebanyak 280 unit becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), itu bagai hadiah besar bagi para penarik becak di Banyumas, yang selama ini harus bertahan dengan tenaga yang kian terbatas dan pendapatan harian yang tak menentu.

Program becak listrik ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil.

Di antara mereka yang menerima manfaat langsung adalah para penarik becak sepuh, yang bahkan di usia 70-an masih bekerja setiap hari demi sesuap nasi.

“Tenaga sudah habis, tapi kewajiban hidup tetap jalan,” ucap Abdul Mungid.

Lansia asal Desa Kebumen, Kecamatan Baturaden, Banyumas, itu dalam kesehariannya mengemudi becak kayuh di wilayah Kecamatan Purwokerto Timur. Ia mangkal di dekat Puskesmas Purwokerto Timur II, mengangkut penumpang yang kadang datang, kadang tidak.

Ia pun menceritakan pendapatan dari becaknya sangat bergantung pada kemampuan fisiknya.

“Kalau dulu, kalau sedang dapat uang ya Rp200 ribu, Rp150 ribu. Tapi setelah banyak kendaraan, ini ya minimal Rp50 ribu, Rp100 ribu ke bawah itu sering, kadang-kadang kosong,” katanya.

Kadang ia sanggup mengayuh, kadang tidak. Kalau sedang kecapekan, ia pun menolak calon penumpang.

Hari itu, wajahnya tampak berbeda: berbinar, sekaligus terasa seperti menemukan kembali harapan.

“Saya menerima becak ini sangat bersyukur. Untuk narik becak, tenaga itu terkuras, tapi sekarang ada mesinnya. Maka saya sangat terima kasih pada Bapak Prabowo dan panitia-panitia yang melaksanakan penerimaan ini,” ucapnya.

Ia mengharapkan keberkahan menyertai pemberi bantuan. Baginya, dengan becak listrik, meskipun tubuh tua mulai rapuh, ia tetap bisa bekerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.