AHY Tekankan Infrastruktur sebagai Motor Pemerataan dan Ketahanan Nasional
📅 Kamis, 09 Okt 2025, 17:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. UGM
YOGYAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar fondasi ekonomi, melainkan motor utama pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, pembangunan yang ideal harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, kepedulian terhadap kelompok rentan, serta pelestarian lingkungan.
“Pembangunan tidak boleh menimbulkan ketimpangan antarwilayah. Prinsip pembangunan harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, dan pelestarian lingkungan,” ujar AHY dalam kuliah umum bertajuk “Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang Strategis untuk Pembangunan Nasional” di Auditorium SGLC Fakultas Teknik UGM, Rabu (8/10).
Dalam paparannya, AHY menguraikan lima strategi dasar untuk memperkuat pembangunan nasional. Ia menyoroti pentingnya pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, pengembangan riset dan inovasi untuk solusi berkelanjutan, serta pengabdian masyarakat yang memberikan dampak langsung. “Lalu infrastruktur hijau dan berketahanan terhadap bencana serta tata kelola pemerintahan yang baik. Kalau ini semua berjalan, kita sedang menyiapkan Indonesia yang lebih resilien, inklusif, inovatif, dan kompetitif di tingkat global,” tuturnya.
AHY menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi merupakan strategi besar untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, memperkuat daya saing, dan menjamin keberlanjutan nasional. “Kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat menjadi kunci agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyatnya,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa arah pembangunan ke depan harus berorientasi pada ketahanan, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini, menurut AHY, menjadi penting karena dunia tengah menghadapi perubahan besar akibat pertumbuhan populasi global yang diproyeksikan mencapai 10 miliar jiwa pada 2050, disertai krisis sumber daya dan perubahan iklim. “Krisis pangan, energi, dan air bersih akan semakin besar. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada ketahanan, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, AHY menyoroti peluang besar Indonesia dalam memanfaatkan "demographic dividend" yang ditopang oleh populasi muda dan produktif. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan jika pendidikan dan keterampilan masyarakat dipersiapkan dengan baik. “Kampus masa depan yang berkelanjutan adalah kampus yang mampu menjawab jenis pekerjaan baru dan keterampilan sumber daya manusia di abad ke-21,” ujarnya.
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ova Emilia menegaskan bahwa infrastruktur merupakan pilar penting pembangunan nasional, tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami yakin universitas berperan besar sebagai pusat "research and development" dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan wilayah nasional. Melalui karya-karya inovatif dari fakultas dan bidang, UGM terus berkomitmen menghadirkan riset dan inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UGM Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., menambahkan bahwa civitas akademika Fakultas Teknik terus menghasilkan karya dan riset yang relevan dengan kebutuhan bangsa, terutama di bidang pertanahan dan pertanian yang menjadi prioritas penelitian nasional. “Kami mendukung seluruh bidang penelitian dan inovasi sehingga dapat terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” ujar Selo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!