Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko PMK Ungkap Tingginya Paparan Layar Anak Dini

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 00:45 WIB | Oleh:
Menko PMK Ungkap Tingginya Paparan Layar Anak Dini Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyebut tingginya paparan layar di Indonesia, ini termasuk pada anak usia dini. Pasalnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius dari seluruh pihak karena berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak.

“Screen time kita sangat tinggi, lebih dari 7,5 jam. Bahkan anak-anak di bawah dua tahun pun menghadapi exposure screen time yang tinggi,” kata Menko PMK Pratikno saat memberikan sambutan dalam Dialog Multistakeholder Towards a Smart Governance, di Jakarta, Rabu (26/11).

Menurut Pratikno, kondisi ini berdampak pada kesehatan mental, kemampuan bersosialisasi, dan perkembangan perilaku anak. Lebih lanjut, Pratikno menyebutnya sebagai ancaman kesehatan sosial jangka panjang yang perlu ditangani segera.

“Temuan dari Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan semakin banyak warga, termasuk anak dan remaja, memiliki indikasi gangguan mental. Perubahan perilaku akibat disrupsi teknologi, di mana anak-anak semakin banyak beraktivitas di dunia maya,” ucap Pratikno.

Pratikno menjelaskan salah satu faktor pemicunya adalah tingginya paparan layar yang telah melampaui batas aman. Ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

“Penanganan upaya komprehensif harus dilakukan supaya ada fasilitas untuk mendukung screen time. Sehingga anak-anak kita bersosial, mengurangi permasalahan-permasalahan kesehatan mental,” ucap Pratikno.

Sementara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat data gangguan depresi, rata-rata nasional sebesar 1,4 persen. Di mana Provinsi DKI Jakarta sedikit lebih tinggi yakni 1,5 persen.

“Provinsi Jawa Barat tercatat memiliki prevalensi penduduk dengan angka masalah kesehatan jiwa paling tinggi, yakni 4,4 persen. Kemudian masalah kesehatan jiwa pada usia di atas 15 tahun masuk ke dalam peringkat kedua dari 10 penyakit tertinggi,” kata Ketua Tim Kerja Deteksi Dini dan Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Yunita Arihandayani. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.