Maluku Buktikan Bisa! Inflasi Stabil dan Ekonomi Ngebut, Mendagri Minta Daerah Gaspol Jelang Nataru
📅 Kamis, 27 Nov 2025, 21:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Pemerintah menyoroti capaian positif Provinsi Maluku yang berhasil menjaga inflasi year-on-year (YoY) tetap stabil di angka 2,30 persen selama satu tahun penuh. Kondisi ini dinilai sangat kuat mengingat Maluku adalah wilayah kepulauan yang rentan terhadap gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem.
Mendagri menilai keberhasilan tersebut menunjukkan koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Ia menyebut capaian itu semakin penting karena tantangan logistik di kawasan kepulauan sering memicu gejolak harga kebutuhan pokok.
"Paling tidak gampang daerah kepulauan ini ya. Apalagi kalau ada ombak besar, tapi terjaga di angka itu selama setahun ini, sangat bagus sekali."
Dalam pengarahan kepada para kepala daerah, Mendagri juga meminta agar Maluku menaikkan kecepatan pertumbuhan ekonominya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, ekonomi Maluku tumbuh 4,31 persen pada triwulan III, naik dari 3,39 persen pada triwulan sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa target ke depan adalah membawa pertumbuhan ekonomi Maluku menembus angka di atas 5 persen agar berada pada level rata-rata nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang baik adalah tanda bahwa perputaran aktivitas masyarakat berjalan lancar dan produktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lalu, Mendagri menegaskan pentingnya memastikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tetap sesuai rencana. Ia mengingatkan bahwa melambatnya penyerapan anggaran otomatis memperlambat perputaran uang yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
"Karena kalau seandainya pendapatan belanjanya tidak jalan, enggak sesuai target, otomatis uang yang beredar akan berkurang. Ekonomi melamban."
Mendagri juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kebijakan yang lebih ramah terhadap pelaku usaha. Ia menekankan pentingnya mendorong sektor swasta agar tetap hidup, terutama UMKM yang terbukti menjadi penyangga ekonomi di berbagai daerah saat masa pandemi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Buatlah program-program yang pro kepada swasta. Supaya mereka bisa hidup."
Selain itu, Mendagri meminta seluruh kepala daerah se-Maluku untuk melakukan konsolidasi menghadapi momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia menekankan perlunya memastikan kesiapan sektor keamanan dan pangan guna mengantisipasi lonjakan mobilitas dan naiknya permintaan bahan pokok.
"Tolong dikonsolidasikan. Kemudian juga terus masalah keamanan, ya, dan satu lagi masalah pangan. Kesediaan pangan, stok pangan, karena pasti demand akan meningkat, orang mau merayakan Natal dan Tahun Baru."
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, para bupati dan wali kota se-Maluku, jajaran Forkopimda, serta para pejabat terkait lainnya yang ikut membahas agenda strategis menjelang akhir tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!