Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Afrika barat Memanas, Presiden Guinea-Bissau Digulingkan

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 14:57 WIB | Oleh:
Afrika barat Memanas, Presiden Guinea-Bissau Digulingkan Doc: AFP

ISTANBUL - Personel militer negara Afrika barat Guinea-Bissau menggulingkan Presiden Umaro Sissoco Embalo dalam sebuah kudeta pada Rabu (26/11) waktu setempat, serta menutup seluruh perbatasan darat, laut, maupun udara negara tersebut.

Sekelompok anggota militer yang menamai dirinya "Komando Militer Tinggi untuk Pemulihan Keamanan Nasional dan Ketertiban Umum" membacakan pernyataan pengambilalihan pemerintahan di markas angkatan bersenjata, sebagaimana disiarkan televisi nasional TGB.

Mereka menyatakan "mengambil alih kekuasaan negara secara penuh" dan membenarkan tindakan kudeta dengan dalih telah menemukan sebuah persekongkolan jahat untuk memicu ketidakstabilan di Guinea Bissau.

Persekongkolan itu, kata mereka, mencakup "skema operasi" yang didalangi politisi negara, seorang "gembong narkoba", warga negara Guinea-Bissau maupun asing, serta upaya memanipulasi hasil pemilihan umum.

Para personel militer berkata bahwa dinas intelijen telah membongkar rencana tersebut serta menemukan sejumlah senjata perang.

Kelompok militer tersebut menyatakan telah menggulingkan Presiden Embalo dan menutup semua institusi negara "hingga instruksi berikutnya".

Mereka menangguhkan semua aktivitas media, menghentikan dengan segera proses pemilu yang berjalan, menutup semua perbatasan, dan memberlakukan jam malam selama 9 jam yang dimulai pukul 9 malam, hingga pemberitahuan selanjutnya.

Para dalang kudeta meminta negara-negara tetangga di Afrika barat untuk tetap tenang, berkolaborasi, dan "memahami" situasi yang terjadi mengingat "situasi serius yang diakibatkan oleh keadaan darurat" di Guinea-Bissau.

Dalam kudeta militer tersebut dilaporkan terjadi baku tembak di dekat istana kepresidenan.

Menyusul pemilihan presiden akhir pekan lalu, kubu Presiden Embalo dan calon independen, Fernando Dias, sama-sama mengeklaim kemenangan pada Senin (24/11).

Menurut laporan media Prancis RFI, Dias beserta mantan perdana menteri Domingos Simoes Pereira yang mendukungnya turut ditangkap saat kudeta dan dibawa ke sebuah pangkalan udara.

Pereira, pemimpin Partai Afrika untuk Kemerdekaan Guinea dan Cape Verde (PAIGC) yang memimpin gerakan kemerdekaan Guinea-Bissau dari Portugal pada 1974, didiskualifikasi dari pemilihan presiden tahun ini karena dianggap terlambat melengkapi syarat pendaftaran pemilu.

Embalo sebelumnya sempat menyampaikan kepada media berbahasa Prancis Jeune Afrique bahwa ia ditangkap pada Rabu siang saat berada di kantor kepresidenan.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Biague Na Ntan, wakilnya Jenderal Mamadou Toure, dan Menteri Dalam Negeri Botche Cande juga ditangkap pada waktu yang sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.