Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maju:On Hackathon 2025: Dorong Inovasi Anak Muda untuk Energi Bersih dan Ekonomi Karbon Indonesia

📅 Senin, 24 Nov 2025, 19:10 WIB | Oleh:
Maju:On Hackathon 2025: Dorong Inovasi Anak Muda untuk Energi Bersih dan Ekonomi Karbon Indonesia Doc: UD Impact
Ket. Vice President UD Impact Sunghwa Moon, pada acara Maju:On Hackathon 2025. Kompetisi ini menghadirkan akselerasi startup energi bersih dan lingkungan, melibatkan mahasiswa, founder muda, investor, dan universitas untuk menciptakan solusi climate-tech yang siap go-to-market.

JAKARTA - Indonesia tengah menyiapkan salah satu pembangunan energi bersih terbesar di Asia Tenggara. Rencana kelistrikan nasional yang baru memproyeksikan 70% penambahan kapasitas pembangkit berasal dari energi terbarukan, mendorong bauran menuju sekitar 35% pada 2034.

Setelah sukses meluncurkan Indonesian Entrepreneur Project, UD Impact, penyedia pendidikan kewirausahaan terkemuka di Asia, hari ini mengumumkan Maju:On Hackathon 2025, sebuah program akselerasi intensif yang membantu mahasiswa dan founder mengubah ide menjadi solusi siap go-to-market untuk isu lingkungan dan energi di Indonesia. Program ini terselenggara dengan dukungan SK Innovation E&S sebagai sponsor resmi.

Inisiatif ini selaras dengan lonjakan kebutuhan kredit karbon di Indonesia yang diproyeksikan naik hingga sepuluh kali pada 2022–2030. Tren tersebut membuka ruang bagi solusi berintegritas tinggi, mulai dari nature tech, MRV (Measurement, Reporting, Verification), hingga layanan dekarbonisasi yang menjadi fokus pengembangan Maju:On Hackathon.

Dalam konteks ini, anak muda memegang peran strategis di sektor energi, mulai dari inovator teknologi energi bersih dan wirausahawan yang membangun startup surya, biomassa, hingga efisiensi energi; advokat kebijakan dan edukator publik yang mendorong agenda energi rendah karbon; peneliti dan analis yang menyediakan data serta rekomendasi berbasis bukti; sampai operator sistem energi mandiri di tingkat komunitas seperti biogas, solar komunal, dan mikrohidro.

Maju:On Hackathon dirancang untuk mengakselerasi peran-peran ini agar talenta muda dapat terhubung dengan mentor, pasar, dan ekosistem pendukung yang mereka butuhkan. Apalagi saat ini, regulator menuntut hasil yang terukur dan berintegritas, termasuk kebutuhan akan dampak iklim yang nyata.

“Founder dituntut untuk mampu menghadirkan manfaat riil bagi komunitas. Maju:On dirancang untuk itu, kami memasangkan tim dengan para mentor terbaik di bidangnya serta akses pasar agar mereka dapat memvalidasi masalah, membangun pilot yang bankable, lulus sebagai startup siap investasi, dan mampu menciptakan bisnis yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” ujar Vice President UD Impact Sunghwa Moon, melalui siaran pers pada hari Senin (24/11).

Program ini dikembangkan bersama konsorsium universitas di Indonesia, mulai dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Telkom University Bandung, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Primakara Bali untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mengakselerasi ide menjadi bisnis nyata.

Lebih dari sekadar konferensi, Maju:On merupakan program akselerasi intensif di mana tim mengikuti pelatihan pitch berstandar investor, pendampingan 1:1, kuliah pakar, dan demo. Dikemas dengan format yang inklusif, acara ini terbagi menjadi dua track, yakni, Student Track yang ditujukan untuk para mahasiswa, terdiri dari 16 tim mahasiswa dengan ±80 peserta.

Sementara Early-Stage Track menargetkan founder maksimal tiga tahun setelah pendirian, terdiri dari 10 tim dengan ±30 peserta. Pemenang mendapat Rp20 juta (Student Track) dan Rp30 juta (Early-Stage Track), serta inkubasi pascaprogram dan akses ke investor bagi tim unggulan.

Dewan juri dan mentor terdiri dari founder climate-tech, penggerak ekosistem, dan investor dengan perwakilan dari Jubelo.id, Leastric, Sirsak, Gringgo, ANGIN, dan New Kids Investment.

Dalam kesempatan yang sama, Jonathan Davy, Co-Founder & CEO Ecoxyztem Venture Builder, yang membawakan keynote “From Small Ideas to Big Impact: Building Indonesia’s Sustainable Future” mengatakan, pemerintah dan korporasi saja tidak akan mengantarkan Indonesia ke net-zero.

“Kita butuh perusahaan berbasis founder yang mengubah empati terhadap masalah lokal menjadi solusi yang layak dan skalabel. Maju:On membekali tim dengan pola pikir dan kerangka kerja untuk melakukan itu, membuktikan bahwa ide kecil yang dieksekusi dengan baik bisa menjadi dampak besar,” ujarnya.

Selanjutnya, UD Impact akan meluncurkan program inkubasi pascahackathon bersama Angin Advisory dan hub universitas untuk mendorong tim unggulan bergerak dari prototipe menuju penerapan pertama. Tahap lanjutan ini akan difokuskan pada sektor-sektor dengan permintaan paling tinggi, sehingga output hackathon benar-benar memberi dampak yang terukur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.