Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepulauan Marshall Dihantui Limbah Nuklir Masa Lalu

📅 Senin, 24 Nov 2025, 21:53 WIB | Oleh:

"Kami adalah negara (yang menghasilkan) lebih sedikit emisi karbon, tetapi negara-negara besar menyumbang banyak," kata pemilik tanah John Zedkaia.

"Saya pikir mereka benar-benar perlu meningkatkan upaya, karena sebentar lagi kami akan menjadi salah satu negara pertama (yang) tenggelam."

Ancaman iklim diperparah oleh warisan uji senjata nuklir AS. Pada 1946–1958, AS melakukan 67 uji bom atom di kepulauan itu, meninggalkan cemaran radioaktif yang luas.

Pada akhir 1970-an, tim pembersih mengumpulkan sekitar 100.000 yard kubik tanah tercemar dan 6.000 yard kubik puing radioaktif dari bekas lokasi uji di Atol Enewetak dan menempatkannya di kawah tanpa lapisan pelindung di Pulau Runit.

Lokasi itu kemudian disegel dengan kubah yang terbuat dari 357 lapisan beton dan dikenal sebagai Kubah Runit.

Laporan Departemen Energi AS 2024 menyimpulkan bahwa meski perubahan iklim terjadi, termasuk skenario keruntuhan kubah pada 2090, paparan radiasi akan tetap rendah dan tidak berdampak pada kesehatan publik.

Namun, penduduk setempat masih khawatir, terlebih kenaikan permukaan laut semakin mendekati kubah tersebut.

Senator Enewetak Jack Ading meragukan jaminan dari pemerintah AS. Dia mengatakan, karena kubah itu dibangun tanpa lapisan dasar, bisa saja telah terjadi kebocoran yang mencemari ekosistem laut sejak lama.

Sekitar separuh dari 200 penduduk Enewetak telah pindah ke Hawaii atau Majuro untuk mencari tempat yang lebih tinggi dan layanan kesehatan yang lebih baik, kata Ading.

Pada COP30 di Brazil, Kepulauan Marshall mengangkat isu warisan nuklir AS dalam konteks keadilan iklim yang lebih luas.

Namun, ketidakhadiran AS sebagai negara penghasil gas rumah kaca terbesar kedua di dunia membuat banyak penduduk Marshall frustrasi.

Pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump, yang memerintahkan dilanjutkannya uji nuklir tanpa menyebut lokasinya, semakin mengusik masyarakat yang masih hidup dengan konsekuensi pengujian masa lalu.

Direktur Institut Nuklir Kepulauan Marshall Kenneth Kedi mengatakan dua tantangan terbesar negara itu — perubahan iklim dan ketidakadilan nuklir —semakin saling berkaitan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Seniman Den Baguse Ngarso tutup usia

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Seniman Den Baguse Ngarso t...
Ekonomi
Kementerian ESDM menjamin s...
Ekonomi
Permintaan tabung oksigen d...
Megapolitan
Agro eduwisata tanaman kopi...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.